GLAGAHWERO, Radar Jember – Pengguna jalan yang melintas di jalan Desa Glagahwero, Kecamatan Panti, harus ekstra hati-hati.
Sebab, jalan aspal yang ada di tikungan itu ambrol, setelah bagian tebing tergerus banjir.
Longsor itu pun menyisakan kondisi berbahaya bagi semua pengendara yang melintas di lokasi.
Jalan hotmix yang longsor itu berada tepat di tikungan.
Selain itu, dari arah timur kondisi jalannya menurun. Jalan yang ambrol tersebut yakni di Jalan Raden Wijaya, Desa Glagahwero, yang menghubungkan dengan Desa Kemuning Lor, Kecamatan Panti.
Semua pengguna jalan, terutama kendaraan roda empat dan truk, harus berhati-hati sebelum mendekati tikungan. Jika tidak, hal yang tak diinginkan bisa terjadi.
Di lokasi, hingga berita ini ditulis pukul 18.00, kemarin, hanya ada rambu-rambu seadanya. Ada imbauan bertuliskan “Awas Penyempitan Jalan” yang dipasang oleh Laskar Tawang Alun, di dua lokasi.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember, aspal yang ambrol itu hampir separo jalan.
Di sisi timur jalan sudah diuruk menggunakan batu kerikil. Hal ini dilakukan agar pengguna jalan bisa memilih jalan yang aman. Selain itu, jalan di sisi yang berbahaya terlihat ada retakan baru dan rawan terjadi longsor lagi.
Menurut Baharianto, warga Desa Badean, Kecamatan Bangsalsari, sebelum tebing itu ambrol, ada pohon jenis randu besar roboh. Seketika jalan aspal juga ikut ambrol.
“Pohon yang roboh itu ukurannya besar, robohnya ke Sungai Dinoyo. Ambrolnya jalan itu bersamaan dengan robohnya pohon randu yang ke sungai karena Sungai Dinoyo banjir. Saat itu, hujan deras hingga tergerus dan mengakibatkan jalan aspal ambrol,” jelasnya.
Warga sekitar memasang pengaman dari ban bekas serta dipasang bambu.
Sebab, jalan yang ambrol itu berada di jalan menikung dan di sekitarnya ada sungai.
Pengendara yang lewat di jalan itu biasanya melintas di sisi timur, karena sudah diuruk dengan batu kerikil, sehingga aman untuk dilewati kendaraan roda empat dan truk.
Dia berharap agar jalan itu segera diperbaiki.
Sebab, jalan tersebut penghubung Desa Glagahwero dengan Desa Kemuning Lor, Kecamatan Panti.
“Setiap hari kendaraan yang lewat cukup banyak, karena memang merupakan jalan yang lebih dekat kalau dari Desa Glagahwero ke Desa Kemuning Lor,” ucap Baharianto. (jum/c2/nur)
Editor : M. Ainul Budi