Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Rusak Parah Jalan Desa di Kabupaten Jember Ini Diuruk, Kepala Desa Bersama Warganya Langsung Turun Tangan

M. Ainul Budi • Sabtu, 12 April 2025 | 15:07 WIB

TERPAKSA DIURUK: Kepala Desa Sanenrejo Sutikno bersama warga menguruk jalan di Dusun Mandilis, Desa Sanenrejo, Kecamatan Tempurejo, menggunakan pasir karena rusak parah, Rabu (9/4).
TERPAKSA DIURUK: Kepala Desa Sanenrejo Sutikno bersama warga menguruk jalan di Dusun Mandilis, Desa Sanenrejo, Kecamatan Tempurejo, menggunakan pasir karena rusak parah, Rabu (9/4).
 

SANENREJO, Radar Jember – Hujan dengan intensitas tinggi memang berpengaruh pada kondisi jalan. Oleh karena itu, jalan aspal yang memang kualitasnya kurang bagus, saat musim hujan juga akan lebih cepat rusak.

Apalagi terjadi genangan saat hujan, sehingga aspal akan lebih cepat mengelupas.

Kerusakan jalan aspal belakangan ini memang terjadi di mana-mana.

Bukan hanya terjadi di perkotaan, tetapi yang lebih parah di wilayah pinggiran. Kerusakan jalan itu akibat hujan yang hampir setiap hari terjadi.

Sehingga juga mempercepat kerusakan jalan aspal. Apalagi jalan yang belum menggunakan aspal hotmix.

Seperti kerusakan jalan aspal di Dusun Mandilis, Desa Sanenrejo, Kecamatan Tempurejo.

Jalan yang sudah lama rusak itu terpaksa harus diuruk menggunakan pasir campur batu (sirtu) gumuk. Hal itu agar jalan yang rusak bisa dilewati pengendara sepeda motor.

Sebab, aspal yang awalnya menggunakan aspal hotmix, kini sudah rusak.

Kepala Desa Sanenrejo Sutikno menyampaikan, ketika hujan air menggenangi jalan yang sudah terlihat batunya.

“Jalan poros desa yang ada di Dusun Mandilis, Desa Sanenrejo, Kecamatan Tempurejo, itu lebarnya ada 3,5 meter. Ada beberapa poros jalan yang sudah rusak parah, sehingga terpaksa diuruk menggunakan pasir,” katanya.

Dikatakan, ada sekitar 3,5 kilometer jalan poros yang sudah hancur. Bahkan, aspal di beberapa lokasi juga rusak. Awalnya memang menggunakan hotmix, tetapi sekarang sudah hancur.

Agar tidak semakin parah, jalan yang sudah berlubang terpaksa diuruk menggunakan pasir.

“Saya bersama warga dan perangkat yang harus turun menguruk jalan yang hancur. Jalan poros itu menuju Bendungan Dam Rejo (BDR). Apalagi jalan itu merupakan jalan akses menuju Desa Baban Timur, Kecamatan  Silo. Kalau tidak segera diuruk dengan pasir, jalan akan semakin rusak dan terjadi genangan,” kata Sutikno.

Kerusakan jalan aspal itu mulai di sekitar SMPN 2 Tempurejo, hingga menuju jalan Dusun Mandilis atau ke Bendungan Dam Rejo (BDR). Selain dilintasi banyak siswa yang menuju SD dan SMP, juga warga yang hendak membawa hasil panen dari sawahnya.

“Mudah-mudahan kerusakan jalan ini segera mendapat perhatian, agar kerusakan tidak semakin parah. Kalau jalan poros itu tidak bisa menggunakan anggaran desa, sehingga harus berkoordinasi dengan Dinas PUBMSDA Jember. Yang jalan poros itu ada 3 kilometeran, sedangkan di beberapa titik jalan yang rusak di tempat lain itu ada 2 kilometeran,” jelasnya.

Maryem, warga setempat, menyebut jalan yang rusak itu sudah cukup lama. Saat hujan, jalan yang rusak tertutup air hujan.

“Jalan itu juga akses anak-anak berangkat dan pulang sekolah. Baik SD maupun SMPN 2 Tempurejo,” katanya. (jum/c2/nur)

Editor : M. Ainul Budi
#Jember #kepala desa