Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

200 Ton Lebih Sampah Masuk TPA Pakusari Jember, Kini Sudah Jadi Gunung Sampah dan Tak Muat

M. Ainul Budi • Sabtu, 12 April 2025 | 15:03 WIB

 

LEBIH KAPASITAS : Sampah mulai overload di TPA Pakusari, Pada musim hujan gunungan sampah tersebut rawan longsor.
LEBIH KAPASITAS : Sampah mulai overload di TPA Pakusari, Pada musim hujan gunungan sampah tersebut rawan longsor.
 

PAKUSARI, Radar Jember — Seperti tahun-tahun sebelumnya, pasca perayaan Hari Raya Idulfitri, volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pakusari kembali membludak.

Gunungan sampah di TPA yang terletak di Kecamatan Pakusari, dilaporkan mencapai ketinggian hingga 32 meter dari dasar tanah.

Tercatat sejak hari kedua lebaran, TPA Pakusari menerima sekitar 204 ton sampah setiap harinya.

Angka ini meningkat dari rata-rata harian di hari biasa yang hanya berkisar 198 ton.

Mayoritas sampah yang masuk berasal dari kawasan permukiman dan rumah tangga di seluruh wilayah Kabupaten Jember.

Kepala UPT TPA Pakusari, Muhammad Masbut mengatakan, peningkatan volume sampah merupakan fenomena tahunan pasca lebaran.

Menururnya sebagian besar sampah yang masuk merupakan limbah rumah tangga, sisa makanan, dan kemasan sekali pakai.

“Dominasi terbesar adalah sampah rumah tangga. Di momen lebaran seperti ini, konsumsi masyarakat meningkat, yang berdampak langsung pada jumlah sampah,” ujarnya. 

Dengan luas lahan mencapai 6,8 hektare, TPA Pakusari kini berada dalam kondisi penuh sesak. Tumpukan sampah terlihat menjulang, membentuk bukit buatan yang tampak mengkhawatirkan. Pihak pengelola pun khawatir jika tidak ditangani dengan cepat, kondisi tersebut bisa berpotensi menimbulkan bencana longsor sampah.

Sebagai langkah antisipasi, Masbut mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengerahkan tiga unit alat berat untuk mengurai tumpukan.

Metode pengerukan dilakukan dengan sistem terasering, agar distribusi sampah tidak terkonsentrasi di satu titik dan meminimalisir tekanan dari atas.

“Alat berat kami operasikan secara bergiliran selama 24 jam. Selain itu, petugas dan pemulung juga kami libatkan untuk memilah sampah yang masih bisa didaur ulang. Setidaknya ini bisa mengurangi beban volume,” tambahnya.

Dengan memilah sampah organik, anorganik dan residu diharapkan dapat mengurangi tumpukan sampah, sehingga sampah yang masih bisa diolah dan dimanfaatkan dapat dipisahkan.

Meski begitu, kapasitas lahan seluas 6,8 hektar yang tersedia saat ini semakin terbatas. 

Persoalan sampah ini menjadi pekerjaan rumah tahunan yang hingga kini belum mendapat solusi permanen.

Berbagai pihak menilai, pola konsumsi masyarakat dan kurangnya kesadaran akan pengelolaan sampah menjadi akar persoalan utama. (dhi/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#gunung sampah #TPA Pakusari #Jember #overload