Warga Masih Penasaran dan Kepo Untuk Datang ke Lokasi Kejadian Tragis Ledakan Petasan di Antirogo Jember
ANTIROGO, Radar Jember - Hari ke lima pasca terjadinya ledakan petasan di rumah pasutri Nur Imam Gozali, 45, dengan Nur Afifah, 40, warga Koptu Berlian Lingkungan Trogowetan, Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari pada Sabtu (20/3/2025) warga masih berdatangan.
Sejumlah warga sekitar pun masih banyak yang penasaran, hingga H+3 Lebaran masih ada warga yang datang. Bukan hanya warga wilayah Kecamatan Sumbersari saja, tetapi warga dari luar kota Jember yang mengunjungi rumah keluarganya yang tidak jauh dari lokasi datang.
Karena tepat terjadinya ledakan hingga rumahnya hancur dan korban mengalami luka bakar disekujur tubuhnya itu hanya tahu melalui media sosial (medsos).
"Kebetulan saya kerumah orang tua di Kalisat dan ingin tau lokasi ledakan petasan yang rumahnya hingga hancur," kata Maizaroh, kata warga Situbondo.
"Saya masih penasaran seperti apa besar petasan yang mereka buat, hingga rumahnya hancur. Beruntung rumahnya masih jauh dari rumah warga atau tetangganya. Sehingga tidak banyak rumah yang rudak," Imbuhnya.
Sementara menurut Haji Ali, warga sekitar mengaku bila masih banyak yang datang ingin melihat rumahnya yang hancur setelah terjadi ledakan. Setiap orang yang lewat pasti berhenti dan ambil foto rumahnya yang hancur.
" Karena selama ini mereka hanya tau lewat berita dan di media sosial," katanya.
Tiga hari Lebaran ini masih saja ada yang datang dan mendekat kerumah yang sudah hancur. "Mereka masih penasaran seperti apa besarnya petasan yang meledak. Kare a rumahnya hinggar hancur dan pemilik rumah juga mengalami luka bakar cukup parah," pungkas haji Ali.
Sementara AKP Suhartanto Kapolsek Sumbersari mengatakan, memang masih ada yang datang kelokasi rumah akibat ledakan petasan. Karena selama ini hanya mengetahui lewat media sosial saja.
Sementara di lokasi masih di pasang garis pembatas / police line karena masih ada barang-barang dirumah korban.
"Sementara korban masih menjadi perawatan di RSD dr Soebandi karena mengalami luka bakar cukup parah," kata Tanto.(jum/bud)
Editor : M. Ainul Budi