KALIWINING, Radar Jember – Minggu ketiga Ramadan, Terminal Tawang Alun masih lengang, kemarin (20/3). Tak ada antrean panjang calon pemudik.
Hanya beberapa penumpang yang terlihat duduk menunggu bus. Bahkan, bus yang berangkat pun belum terisi setengahnya. Walau begitu, pengecekan bus layak jalan tetap dilakukan.
Kepala Terminal Tawang Alun Pudjiono mengatakan, jumlah penumpang masih stabil di angka 1.200 hingga 1.500 orang per hari. Tujuan paling banyak yaitu Surabaya.
"Belum ada lonjakan. Masih normal seperti biasa," ujarnya.
Meski belum ramai, persiapan untuk arus mudik sudah dilakukan.
Setiap hari, armada bus menjalani pengecekan ketat dan semakin diperketat menjelang Lebaran.
Dari 1 hingga 24 Maret, Terminal Tawang Alun bekerja sama dengan Jasa Raharja untuk menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi sopir dan penumpang.
Pudjiono menjelaskan, setelah pengecekan, bus akan ditempeli stiker layak jalan.
Jika tidak lolos inspeksi, maka bus akan mendapatkan stiker tak layak jalan dan dikembalikan ke perusahaan untuk perbaikan. “Pemeriksaan dilakukan setiap hari, meliputi administrasi hingga kondisi fisik kendaraan,” tegasnya.
Terminal juga bersiap menambah armada. Pudjiono mencontohkan, untuk Perusahaan Otobus (PO) Bagong Transport akan menurunkan 18 bus baru, meski saat ini baru 5 unit yang beroperasi.
Saat ini, Terminal Tawang Alun mengoperasikan 125 hingga 150 bus per hari.
Namun, jumlahnya bisa meningkat hingga 250 unit saat puncak mudik yang diperkirakan terjadi pada 28 hingga 30 Maret mendatang.
“Kami menyiapkan fasilitas ruang tunggu VVIP ber-AC dan TV, ruang menyusui, toilet, hingga tenant UMKM. Terminal Tawang Alun siap menyambut pemudik,” tutupnya. (yul/c2/dwi)
Editor : M. Ainul Budi