JEMBER LOR, Radar Jember - Jaminan keselamatan warga Jember yang memilih memakai angkutan kereta api (KA) terus ditingkatkan menjelang arus mudik Lebaran. Jaminan keamanan dan kenyamanan penumpang itu salah satunya dilakukan PT KAI Daop 9 Jember dengan menyiagakan dua unit lokomotif cadangan.
Dua angkutan itu disiagakan untuk mengantisipasi potensi keadaan darurat yang membuat perjalanan penumpang terhambat.
Upaya lain yang juga ikut disiapkan Daop 9 Jember menjelang arus mudik Lebaran adalah dengan melakukan perawatan periodik dua unit lokomotif yang ada di Depo Lokomotif Jember.
Manajer Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember Cahyo Widiantoro mengatakan, secara keseluruhan terdapat 11 lokomotif dan 105 kereta yang menjalani ramp check di wilayah Daop 9 Jember.
Untuk menjamin kendaraan layak operasional, proses perawatan yang dilakukan meliputi pembersihan filter dan penggantian oli kendaraan.
Ramp check atau pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi kereta juga sudah dipastikan optimal.
"Untuk di Jember ada dua lokomotif jenis 201 dan 203 yang menjalani proses pemeriksaan dan perawatan periodik. Semuanya sudah dilakukan ramp check. Kondisinya ready semua, sehingga dipastikan selama masa angkutan Lebaran nanti semua sarana sudah siap beroperasi untuk melayani penumpang," terangnya, kemarin (20/3).
Agar gangguan perjalanan kereta api bisa diminimalisasi bahkan ditiadakan, perawatan utama dilakukan pada bagian kelistrikan kendaraan.
Selain itu, perawatan juga meliputi pemeriksaan mesin dan turbo kereta api.
"Ini komponen yang paling diperhatikan ada di sistem kelistrikan. Termasuk mesin, oli, turbo, untuk meminimalisasi bahkan meniadakan gangguan ketika perjalanan kereta api," tambahnya.
Kesiapan untuk menyambut masa mudik dan arus balik Lebaran juga dilakukan dengan menyiagakan dua angkutan lokomotif cadangan.
Tujuannya untuk mengantisipasi saat terjadi keadaan darurat yang membuat perjalanan penumpang terhambat.
"Saat ada kendala, lokomotif cadangan ada dua untuk wilayah Daop 9. Itu stand by satu di Banyuwangi dan satu di Jember. Jadi, jika ada kejadian darurat lokomotif cadangan bisa digunakan untuk menarik rangkaian ke stasiun terdekat," pungkasnya. (has/c2/bud)
Editor : M. Ainul Budi