radar jember - MUDIK Lebaran jadi momen istimewa bagi banyak orang untuk pulang kampung dan berkumpul bersama keluarga.
Namun, bagi para pecinta hewan, terutama pemilik kucing, mudik bukanlah perkara yang mudah.
Mereka harus memastikan peliharaannya tetap terawat selama ditinggal berpergian.
Dilema inilah yang setiap tahun dialami oleh Gecinda Jellyanitricia, salah satu pecinta anabul kucing di Jember. Sejak kecil, Gecinda sudah akrab dengan peliharaan kucing.
Bersama ibunya, ia pernah merawat 11 ekor kucing saat masih SD.
Namun, karena salah satu kucing terkena virus yang menyebar ke lainnya, sang ibu akhirnya memutuskan untuk menjual mereka.
Setelah bertahun-tahun tidak memelihara kucing, kecintaan Gecinda terhadap hewan berbulu ini kembali tumbuh.
Pada tahun 2023 lalu, adiknya lebih dulu membeli kucing, yang kemudian memicunya untuk kembali merawat kucing pada awal 2024.
Kini, ia memiliki lima ekor kucing anggora, yang ada di Jember dan Banyuwangi.
Gecinda mengaku lebih menyukai kucing jenis anggora, karena bentuknya yang gemoy dan menggemaskan.
Baginya, kucing yang berbulu tebal dengan postur tubuh yang berisi terlihat lebih menarik dan lucu.
Sebagai pemilik yang peduli, Gecinda memastikan kucing-kucingnya mendapatkan perawatan terbaik.
Ia memberi mereka makanan kering seperti Me-O atau Kechoice, serta sesekali membelikan makanan basah dan snack sebagai selingan.
Selain makanan, ia juga rutin membawa kucingnya grooming ke pet shop sebulan sekali agar tetap bersih dan sehat.
Gecinda sempat mencoba memberikan minyak ikan untuk kucingnya. Namun, karena mereka tidak suka, ia tidak lagi memberikan vitamin tambahan.
“Sejauh ini mereka sehat-sehat aja. Pernah ada yang kutuan, tapi langsung aku bawa ke dokter untuk disuntik,” ujar mahasiswi yang saat ini kuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember (Unej) itu.
Saat Lebaran tahun lalu, Gecinda memilih untuk menitipkan kucing-kucingnya di pet shop khusus penitipan kucing yang sudah dilengkapi dengan makanan.
Namun, untuk tahun ini, keputusan membawa kucingnya pulang masih bergantung pada situasi.
“Kalau dijemput, aku bawa pulang. Tapi kalau harus naik kereta sendiri, ya, dititipin aja di pet shop biar lebih praktis,” tambahnya.
Bagi Gecinda, kucing-kucingnya bukan sekadar peliharaan, tetapi juga sahabat. Kini menjelang Lebaran, Gecinda harus kembali menghadapi dilema yang sama. (c2/bud)
Editor : M. Ainul Budi