SUMBERSARI, Radar Jember - Kerusakan fasilitas umum (fasum) yang dibiarkan tak keurus, dikeluhkan warga. Bahkan tidak sedikit warga biasanya memviralkan ke media sosial ataupun melaporkannya ke pemerintah terkait. Seperti kerusakan toilet Alun-alun Jember ini.
Bupati Jember Muhammad Fawait, turun langsung mengecek kondisi toilet tersebut, usai menerima keluhan dari warga yang lapor melalui layanan ‘Wadul Guse’,pada Jumat petang (14/3) di Alun-alun Jember.
Saat di lokasi itu, ia mendapati terdapat kebocoran. Lalu kran rusak. Dan kerusakan di sejumlah sisi banguna toilet Alun-alun yang belum genap berumur setahun pasca rehabilitasi tahun 2024 lalu.
“Saya tidak mau marah di depan publik, tapi minta tolong dipastikan betul-betul bisa dijaga. Alun-alun ini perwajahan kota, banyak tamu yang ke sini. Ke depan tolong dipastikan ada pembersihan yang berkala,” katanya, kepada kepala dinas yang ada saat itu.
Kerusakan fasum toilet Alun-alun juga berbuntut panjang. Gus Fawait berencana akan memerintahkan kepada seluruh kepala OPD, camat, kelurahan, kepala sekolah, kepala puskesmas, untuk memastikan fasum kamar mandi/toilet dipantau kebersihannya secara berkala.
Lebih lanjut, presiden laskar sholawat Nusantara ini juga meminta masyarakat untuk sama-sama menjaga fasum yang ada agar lebih awet.
“Saya berpesan kepada pengunjung, untuk menjaga kebersihan dan menjaga fasilitas. Kita harus bersama-sama, pemerintah dan masyarakat, membuat Jember baru Jember maju. Kalau ada masukan apa, sampaikan kepada kami,” tutup mantan anggota DPRD Jatim itu.
Di lokasi yang sama, Kepala Dinas PRKP dan Cipta Karya Jember, Rahman Anda, mengatakan bahwa untuk toilet sebenarnya beroperasi 24 jam. selama itu, masyarakat bisa memanfaatkannya secara gratis karena telah disiagakan 6 petugas dengan sistem 2 shift.
“Ini hal yang bagus dan untuk evaluasi kami. Kita memang menyediakan anggaran untuk perawatan. Kami berkomitmen, bila ada keluhan masyarakat atau kerusakan-kerusakan di di Alun-alun ini,” tukasnya. (mau)
Editor : M. Ainul Budi