radar jember - Kabupaten Jember, Jawa Timur tidak hanya terkenal dengan JFC saja, akan tetapi juga dengan perkembangan pariwisata yang semakin diminati oleh berbagai wisatawan, mulai dari wisatawan lokal maupun mancanegara.
Wisata alam masih menjadi destinasi paling favorit di kota Jember, termasuk pantai, pegunungan, dan air terjun.
Salah satu destinasi wisata yang cukup menarik yang memberikan nuansa asri dan kesegaran di sini adalah wisata alam Air Terjun Tujuh Bidadari yang berlokasi di desa Rowosari, Sumberjambe, Jember yang baru diresmikan menjadi objek wisata pada tahun 2002 lalu oleh Bupati Hendy Siswanto.
Destinasi ini memiliki pemandangan yang eksotis dengan air sungai yang jernih serta tinggi aliran air terjun yang dikelilingi pohon-pohon hijau lebat sehingga sangat sayang untuk dilewatkan.
Alasan disematkannya julukan ‘7 Bidadari’ untuk air terjun ini karena memiliki tujuh aliran air bertingkat yang sangat memanjakan mata.
Ada juga yang mengatakan karena air terjun ini memiliki tujuh tebing yang mengalirkan air ke bawah dan dianggap sebagai bidadari.
Karena memiliki aliran yang bertingkat, wisatawan diharuskan melewati jalanan yang sedikit menanjak untuk sampai di tempat ini.
Meskipun demikian, perjalanan dapat diakses dengan mudah, sudah disediakannya petunjuk jalan dan tangga yang diberi pegangan kayu agar aman bagi pengunjung.
Selain itu, beberapa akses jalan juga didekorasi dengan payung-payung yang menggantung sehingga sangat cocok untuk dijadikan spot foto.
Jika sudah sampai, pengunjung akan disuguhkan bentang alam yang memukau dengan sayup-sayup suara gemericik air yang tenang.
Di tempat ini juga tergolong aman untuk anak kecil bermain karena arus air yang pelan, akan tetapi tetaplah harus dalam pengawasan orang dewasa.
Harga tiket masuk yang ditawarkan untuk masuk ke lokasi juga sangat murah. Hanya dengan 5000 Rupiah dan biaya parkir sebesar 2000 Rupiah, wisatawan sudah bisa menikmati kesegaran dan keindahan Air Terjun Tujuh Bidadari sepuasnya. Destinasi ini dibuka mulai jam 07. 30-17.00 di hari biasa dan 07.30-18.00 di hari libur.
Editor : M. Ainul Budi