Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Tanpa SSA di Bulan Puasa, Lalu Lintas Sekitar Kampus UNEJ Semrawut? Begini Responden Warganet Jember di Sosial Media

Radar Digital • Kamis, 6 Maret 2025 | 12:05 WIB
LANCAR: Pengendara lalu lintas melewati Jalan Jawa. Kawasan itu sebelumnya masuk dalam ruas jalan yang diberlakukan SSA.
LANCAR: Pengendara lalu lintas melewati Jalan Jawa. Kawasan itu sebelumnya masuk dalam ruas jalan yang diberlakukan SSA.

radar jember - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jember secara resmi menghentikan penerapan Sistem Satu Arah (SSA) di ruas jalan Lingkar Kampus Jember sejak Selasa (4/2/2025). Kebijakan ini diambil karena keterbatasan jumlah personel Dishub serta untuk mengoptimalkan kelancaran arus lalu lintas di kawasan tersebut.

Kepala Dishub Jember, Agus Wijaya, menjelaskan bahwa keputusan penghentian SSA berkaitan dengan ketidakpastian status tenaga honorer non-ASN di Jember, yang menyebabkan berkurangnya petugas di lapangan.

Meski kebijakan ini belum melalui pembahasan resmi di Forum Lalu Lintas Jalan (FLLAJ), Dishub tetap berencana melakukan evaluasi lebih lanjut terkait penerapan SSA.  

Kebijakan ini pun menimbulkan perdebatan di kalangan mahasiswa dan masyarakat sekitar. Banyak yang menilai bahwa tanpa SSA, kepadatan lalu lintas di sekitar kampus meningkat, terutama pada jam-jam sibuk menjelang berbuka puasa.

Kemacetan semakin parah karena banyak masyarakat yang berburu takjil di sepanjang jalan sekitar UNEJ, terutama di titik-titik yang terdapat banyak pedagang kaki lima.

Hal ini menyebabkan kendaraan harus melaju lebih lambat, sementara pejalan kaki semakin ramai memenuhi bahu jalan.

Keluhan tersebut kemudian diwakili oleh akun instagram @mabaunej yang diunggah pada Minggu (2/3/2025).

Dalam postingannya tertulis bahwa akun tersebut ingin mengajak pengikutnya untuk berpendapat mengenai pemberhentian SSA terutama di bulan ramadhan ini.

“Sini rek ceritain day-2 puasa ga ada SSA apalagi daerah kampus? gimana,” tulis akun tersebut dalam unggahannya dengan diikuti jajak pendapat pada kolom komentarnya.

Berdasarkan jajak pendapat tersebut, mayoritas responden (65%) mengusulkan agar SSA tetap diterapkan pada waktu-waktu tertentu untuk mengurangi kepadatan lalu lintas.

Sementara itu, 22% menyatakan tetap nyaman dengan sistem lalu lintas saat ini, dan 13% memilih untuk menerima keadaan tanpa banyak protes.  

Sejumlah mahasiswa turut memberikan opini mengenai kondisi ini. Pengguna Instagram @hendrick.hd_ berpendapat bahwa permasalahan utama bukan sekadar ada atau tidaknya SSA, melainkan penggunaan jalan yang kurang tertib.

“Baik ada SSA maupun tidak, kalau jalan digunakan sebagai tempat parkir atau berjualan, yang seharusnya tidak terjadi, maka tetap saja akan menyebabkan penyempitan jalan dan kemacetan,” ungkapnya. Ia juga menambahkan bahwa beberapa jalan utama, seperti Jalan Sumatera, Jalan Jawa, dan Jalan Kalimantan, sebenarnya cukup luas jika difungsikan sebagaimana mestinya untuk kendaraan.  

Sementara itu, pengguna @dhisyahidda mengusulkan adanya solusi lain jika SSA tidak diberlakukan kembali.

“Setidaknya kalau SSA dihapus, perlu dilakukan pelebaran dan perbaikan jalan, misalnya di sekitar Jalan Riau yang sudah sempit,” katanya.  

Hingga kini, belum ada kepastian apakah SSA akan kembali diterapkan atau tetap dihapus secara permanen.

Namun, perdebatan mengenai kebijakan ini masih terus berkembang di kalangan mahasiswa dan warga sekitar UNEJ.

Keputusan selanjutnya dari pihak berwenang menjadi hal yang dinantikan oleh banyak pihak.

Editor : M. Ainul Budi
#Jember #ssa #DISHUB #UNEJ #sistem satu arah