ADA satu keluarga korban bencana yang terpaksa tinggal di dapur untuk tidur. Seperti keluarga Moch Win Solehan, 33, dengan istrinya Ita Wulandara, 30, dan Sulastri, orang tua dan dua anaknya terpaksa menempati dapurnya. Pasangan suami istri bersama anaknya itu terpaksa menempati dapur rumahnya sementara ini.
Ini setelah rumahnya tertimpa pohon durian yang roboh hingga rata dengan tanah. Beruntung pohon durian yang tumbang dibelakang rumahnya itu menimpa kandang hewan ternaknya. Sehingga dapurnya masih bisa ditempati untuk tempat tidur. “Saat kejadian anak saya berada di ruang depan. Saya tidak berani keluar karena masih ingat anak, sehingga ketika pohon ambruk saya bersama istri dan anak masih didalam rumah,” kata Win Solehan.
“Alhamdulillah anak selamat hanya saya bersama istrin yang tertimpa puing rumah. Bagian pundak saya termasuk tangan istri juga bengkak. Yang penting anak saya masih selamat,” ujarnya.
Sementara korban lain bernama Duna, 56, warga setemnpat mengaku saat terjadi angin puting beliung berada di dapur sedang masak. Hanya terdengar suara angin dan pohon yang tumbang ke rumah. "Saya mau keluar sudah tidak bisa karena banyak pohon ukuran besar sudah roboh. Apalagi di jalan itu ada pohon besar sudah melintang ditengah jalan,” ungkap dia.
Beruntung pohon yang ada dibelakang rumahnya itu tumbang ke kandang, sehingga dapurnya masih selamat. “Sehingga untuk bisa tidur terpaksa menempati dapur yang masih selamat,” pungkasnya. (jum/bud)
Editor : M. Ainul Budi