JEMBER LOR, Radar Jember - Kompetisi musik akustik se-Jawa Timur (Jatim) yang bertajuk Dirakustik Festival 2025 telah berakhir, Minggu (23/2). Ajang tersebut menjadi wadah mengasah kreativitas bagi musisi lokal. Harapannya, gelaran serupa terus ada di Jember.
Owner Dira Grup, Kristian Andi Kurniawan, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara kompetisi musik akustik tersebut. Selain itu, ia juga berharap Dirakustik Festival menjadi event tahunan yang tidak hanya memberikan platform bagi musisi lokal, tetapi juga mempererat komunitas musik di Jatim. "Kami berharap acara ini terus berkembang dan menjadi ajang yang dinanti-nanti di masa yang akan datang hingga kancah nasional," ungkapnya dengan penuh semangat.
Sementara itu, Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Jember Nur Hariri menekankan pentingnya mendukung kreativitas musisi lokal untuk terus berkembang dan memperbaiki kualitas karya mereka. "Kami sangat mendukung upaya-upaya kreatif yang dilakukan oleh band-band lokal. Berharap kompetisi seperti ini bisa terus memberikan wadah bagi mereka untuk menunjukkan kemampuan terbaik," tuturnya.
Melihat antusiasme yang begitu besar, baik dari peserta maupun penonton, Dirakustik Festival 2025 menjadi ajang yang memberikan dampak positif bagi perkembangan musik akustik, khususnya di Jember. Berbagai pihak pun berharap acara serupa terus dilaksanakan di masa depan. Tak hanya untuk meningkatkan kualitas musik lokal, tetapi juga sebagai sarana hiburan yang menghubungkan berbagai komunitas musik di daerah.
Perwakilan Dinas Pariwisata, Reny Kurmalawati, menyampaikan, memang perlu ada terobosan luar biasa agar musisi lokal mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan bakat mereka. Termasuk dengan cara menggelar acara perlombaan seperti Dirakustik Festival. “Kami sangat men-support festival kesenian, terutama dalam mendongkrak kreativitas anak muda di Jember,” pungkasnya. (dhi/c2/dwi)
Editor : M. Ainul Budi