Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

UPDATE Kuota Haji di Kabupaten Jember: CJH Wajib Miliki BPJS Kesehatan Aktif, Cek Faktanya Ini

Radar Digital • Senin, 17 Februari 2025 | 22:40 WIB

 

BERDOA: Sejumlah CJH mengikuti pelepasan dan doa bersama di Balai Serbaguna, Senin (13/5) siang.
BERDOA: Sejumlah CJH mengikuti pelepasan dan doa bersama di Balai Serbaguna, Senin (13/5) siang.

BERDASARKAN urutan porsi kuota, calon jemaah haji (CJH) yang akan berangkat tahun ini di Jember sebanyak 2.242 orang. Kementerian Agama (Kemenag) Jember mengingatkan seluruh CJH agar memastikan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mereka aktif sebelum keberangkatan.

Hal ini diberlakukan berdasarkan Keputusan Menteri Agama (KMA) 142 tentang Pelaksanaan Pembayaran dan Pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji Reguler Tahun 1146 H/ 2025 M. Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Jember Nur Sholeh menjelaskan, KMA tersebut menindaklanjuti Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 1 Tahun 2022 terkait imbauan jemaah harus memiliki JKN. Tujuannya untuk memastikan setiap jemaah haji mendapatkan perlindungan kesehatan selama berada di Tanah Suci. “Kebijakan ini sudah tercantum dalam KMA 142,” paparnya. 

Mengingat potensi risiko kesehatan yang bisa terjadi selama perjalanan panjang dalam pelaksanaan ibadah haji, maka ketentuan itu juga berlaku untuk para petugas haji. Setiap petugas yang ditugaskan dalam rangkaian ibadah haji harus memastikan status kepesertaan BPJS Kesehatan aktif. Agar dapat memperoleh fasilitas kesehatan yang optimal selama melaksanakan tugas di Arab Saudi.

Sholeh menambahkan, setiap CJH keberangkatan pada musim haji 2025 diwajibkan untuk mengakses dan memverifikasi status kepesertaan BPJS Kesehatan mereka melalui platform resmi. “Bagi jemaah yang statusnya tidak aktif, diharapkan untuk segera melakukan pembaruan agar kesehatannya dapat terjamin dengan baik selama perjalanan haji,” ucapnya. 

Dikatakan, pentingnya program JKN bagi para jemaah dan petugas haji karena banyaknya jemaah yang menghadapi berbagai masalah kesehatan. Mulai dari penyakit ringan, penyakit bawaan, hingga kondisi darurat yang memerlukan penanganan medis. Program JKN ini menjadi bentuk perhatian pemerintah untuk mengurangi beban biaya kesehatan yang mungkin timbul selama pelaksanaan ibadah haji. (dhi/c2/dwi)

Editor : M. Ainul Budi
#Jember #BPJS #cjh #Haji