Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Rumah Tersangka Pembunuhan Anak di Jember Diamankan, Ini Kronologi Pelaku Nekat Habisi Nyawa Bocah Cilik

Radar Digital • Minggu, 16 Februari 2025 | 22:15 WIB
OLAH TKP: Polisi menyelidiki lokasi tempat korban dikubur dan mengukur lubang kuburan yang dalamnya hanya selutut orang dewasa, di perkebunan Desa Garahan, Kecamatan Silo, kemarin. (JUMAI/RJ)
OLAH TKP: Polisi menyelidiki lokasi tempat korban dikubur dan mengukur lubang kuburan yang dalamnya hanya selutut orang dewasa, di perkebunan Desa Garahan, Kecamatan Silo, kemarin. (JUMAI/RJ)

RUMAH tersangka Alfianto di Dusun Krajan, Desa Garahan, Kecamatan Silo, dijaga petugas dan warga. Itu dilakukan sejak tersangka pembunuhan ditangkap. Pengamanan untuk mengantisipasi kemungkinan buruk seperti serangan dari keluarga ayah korban dan keluarga ibu korban.

Rumah tersangka dijaga oleh puluhan warga, perangkat desa setempat, dan polisi bersama anggota koramil. Sementara, kedua orang tua tersangka Moch Alfianto, termasuk keluarga lainnya, langsung dievakuasi ke polsek demi keselamatan jiwanya. Hal itu dilakukan oleh petugas setelah tersangka ditangkap. Beruntung, saat tersangka tertangkap oleh massa, anggota Polsek Silo langsung mengevakuasi ke mapolsek.

Selama dua malam sejak Selasa malam dan Rabu malam, ada massa yang datang ke rumah tersangka. Oleh karenanya, untuk mengantisipasi kejadian itu, seluruh keluarga tersangka diamankan di polsek. Bukan hanya keluarga tersangka yang diamankan petugas, tetangganya juga mengamankan diri dan meninggalkan rumahnya. Hal itu karena pasca-hilangnya korban sejak Minggu (9/2), mulai ada orang yang datang ke rumah tersangka.

Sugik, 50, warga sekitar yang hanya berjarak 50 meter dari rumah tersangka, mengaku, sejak korban hilang, sudah mulai ada orang yang lalu lalang di depan rumahnya. Mereka yang datang itu menggunakan sepeda motor dan berjalan kaki. Masuknya dari barat, dan ada yang berjalan dari arah timur. Itu dilakukan pada malam hari mulai pukul 23.00 hingga pukul 24.00 malam.

“Saya gak tau massa dengan jumlah banyak yang datang pada Selasa malam dan Rabu malam itu warga mana. Saya menduga, yang datang itu mungkin dari keluarga ibu korban maupun dari keluarga ayah korban. Sehingga, setelah tersangka Alfianto tertangkap, rumahnya dijaga oleh petugas dari polsek dan koramil, serta warga dan perangkat Desa Garahan,” kata Sugik.

Dikatakan, Alfianto sehari-harinya bekerja memotong kayu. Namun, dua hari belakangan dia menjadi pemarah seperti orang bingung. “Bahkan saat disuruh kerja motong kayu bilang tidak bisa. Karena orang tuanya juga sebagai tukang memotong kayu,” kata Sugik.

Sementara itu, Hanafi, warga yang rumahnya bersebelahan dengan rumah tersangka, mengaku bahwa anaknya yang masih berusia 7 tahun itu hari Minggu lalu masih sempat di rumahnya.
Saat itu, paman Alfianto sedang ada acara pernikahan. “Istri siri Alfianto (ibu korban) masih bantu-bantu. Sore itu korban menangis dan minta diantar pulang. Oleh Alfianto diantar pulang menggunakan sepeda motor,” jelasnya.

Bahkan, Irma, ibu korban, meminta Alfianto untuk mengantar ke rumahnya di Dusun Karang Kebon, Desa Sumberjati, Kecamatan Silo, karena hari Senin (10/2) harus sekolah. Sehingga ibu korban meminta agar korban ini diantar pulang. “Apalagi korban ini menangis terus-menerus,” jelas Hanafi.

Sementara itu, kasun setempat, Rido, menyebut, setelah Alfianto tertangkap, warga bersama petugas Polsek dan Koramil Silo melakukan penjagaan. Hal ini karena dikhawatirkan ada massa datang dan melampiaskan amarahnya. Untuk mengantisipasi itu semua, warga bersama petugas ikut menjaga rumah tersangka yang sudah dikosongi setelah Alfianto tertangkap,” katanya.

Informasi yang didapat Jawa Pos Radar Jember di lokasi, Irma dan suaminya disebut-sebut belum bercerai. Sementara, hubungan Irma dengan Alfianto ini masih berpacaran. Namun, ada yang mengabarkan sudah tunangan dan nikah siri. (jum/c2/nur)

Editor : M. Ainul Budi
#Jember