Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Uniknya Desainer Asal Jember Ini Bikin Gaun Dari Daun, Menjahit Super Cepat agar Daun Tak Layu

Radar Digital • Jumat, 14 Februari 2025 | 23:10 WIB

KARYA MENARIK: Mulyadi yang akrab disapa Mas Gun bersama hasil karyanya, yaitu gaun yang berbahan dasar daun.
KARYA MENARIK: Mulyadi yang akrab disapa Mas Gun bersama hasil karyanya, yaitu gaun yang berbahan dasar daun.


Dedaunan biasanya dianggap sebagai sesuatu yang tak memiliki nilai. Namun, bagi Mulyadi, dengan tangan dingin dan kreativitasnya, dia berhasil mengubah daun jadi pakaian unik yang menarik perhatian banyak orang.

YULIO FARUQ AKHAMDI, Sukamakmur - Radar Jember

SETIAP kali melihat daun, Mulyadi, atau yang akrab disapa Mas Gun, mulai menerka-nerka desain busana yang akan dia ciptakan. Sebab, setiap daun memiliki bentuk, karakter, dan warna yang berbeda. Hal itu tentunya akan menentukan hasil akhir karya yang dia buat.

Mas Gun, seorang kreator Tiktok asal Dusun Curahkendal, Desa Sukamakmur, Kecamatan Ajung, dikenal dengan karyanya yang unik. Gaun dari bahan alami seperti daun pisang, daun kopi, dan buah palem menarik perhatian ratusan ribu followers-nya di Tiktok.

Awalnya, dia mulai membuat pakaian dari daun untuk keponakannya yang akan ikut karnaval. Seiring waktu, karyanya berkembang dan dikenal oleh banyak orang. Mas Gun memiliki hampir 100.000 pengikut di Tiktok. Dia pun sering melakukan sesi live untuk menunjukkan proses pembuatan gaunnya.

Gaun yang dibuat tidak untuk dijual. Melainkan sebagai bentuk ekspresi seni dan apresiasi dari pengikutnya. Dia juga terus bereksperimen dengan bahan-bahan unik lainnya. Seperti kerang dan tulang ikan tongkol.

Selain itu, konsep dress terkadang juga ditentukan berdasarkan permintaan pengikut saat live Tiktok.

“Biaya pembuatan berkisar antara Rp 75.000 hingga Rp 80.000 untuk bahan dasar. Yang bikin menantang itu menjahitnya harus cepat, biar daun tidak layu,” jelasnya.
Karya-karya Mas Gun pernah dipamerkan di berbagai karnaval di kota-kota seperti Malang, Ponorogo, Banyuwangi, dan Jember. Salah satu karyanya bahkan meraih juara dalam lomba kreativitas di Malang.

Dia juga sering diminta membuat kostum berbahan daur ulang untuk acara karnaval. Namun, di balik popularitasnya, Mas Gun menghadapi tantangan dalam mencari model yang sesuai dengan ukuran dan tinggi ideal. Alhasil, dia sendiri yang harus menjadi model gaunnya itu.

Tidak hanya itu, pria asal Kecamatan Ajung itu juga harus menghadapi hujatan di media sosial, karena dianggap nyeleneh. Kendati demikian, dia tidak terpengaruh komentar negatif dari warganet, dan lebih memilih untuk fokus pada dukungan positif dari pengikutnya.

Mas Gun menganggap Tiktok bukan hanya sebagai platform untuk berkarya, tetapi juga untuk berbagi ilmu.

Semua hasil dari live Tiktok, termasuk saweran yang diterima, disumbangkan sepenuhnya untuk Masjid Al-Husna di Dusun Curahkendal, Desa Sukamakmur, Kecamatan Ajung.

Dana tersebut digunakan untuk membeli peralatan seperti sound system dan tenda yang kemudian disewakan. Dengan hasilnya kembali disumbangkan untuk masjid. “Rezeki itu sudah ada yang ngatur. Nah, rezeki yang bermanfaat itu yang bisa digunakan untuk kepentingan sosial,” pesan Mas Gun.

Dia memiliki impian untuk membawa karyanya ke tingkat internasional dan berharap bisa berpartisipasi dalam Jember Fashion Carnaval (JFC). Ke depannya, dia akan mencoba membuat setelan pria dari bahan alami.

Melalui karyanya, Mas Gun ingin menginspirasi orang lain untuk menunjukkan bakat dan terus berkarya.

“Pengennya ikut berpartisipasi di pentas internasional seperti JFC. Tapi, saya belum tahu gimana cara daftarnya. Tapi, yang terpenting adalah untuk terus berinovasi,” tutupnya. (c2/dwi)

Editor : M. Ainul Budi
#Jember