Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Lebih Dekat dengan Penari Bondoyudo Jember Janesta Riska Holily, Terus Bikin Festival demi Lestarikan Budaya

Alvioniza • Jumat, 7 Februari 2025 | 21:35 WIB
PASANG KUDA-KUDA: Janesta Riska Holily memeragakan gerakan tari Bondoyudo, setelah tampil di SMPN 1 Bangsalsari, beberapa waktu lalu. JANESTA RISKA HOLILY
PASANG KUDA-KUDA: Janesta Riska Holily memeragakan gerakan tari Bondoyudo, setelah tampil di SMPN 1 Bangsalsari, beberapa waktu lalu. JANESTA RISKA HOLILY

 

JEMBER, RADARJEMBER - Tari Bondoyudo bukan sekadar gerakan tubuh. Janes memaknainya sebagai bentuk pelestarian budaya. Di dalamnya terdapat sejumlah gerakan yang kaya akan makna.

Paras cantik nan imut itu terlihat asyik saat menunjukkan keahliannya dalam seni tari. Di tengah gemerlapnya dunia modern, Janes, seorang perempuan asal Bangsalsari, membuktikan bahwa seni tradisional, khususnya tari, tetap bisa menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari.

Ia telah menunjukkan kecintaannya yang mendalam terhadap seni tari. Terutama yang berkaitan dengan kebudayaan lokal Jawa.

Janes berasal dari keluarga yang selalu menghargai seni dan budaya. Sejak kecil sudah dikenalkan dengan berbagai bentuk seni, terutama seni tari.

"Saya mulai belajar tari sejak usia 6 tahun. Orang tua saya sering mengajak saya untuk menyaksikan berbagai pertunjukan seni daerah dan itu membuat saya jatuh cinta dengan tari," ungkap Janes, yang juga menguasai sejumlah tarian tradisional lain.

Ketertarikannya pada seni tari semakin berkembang seiring berjalannya waktu. Ia menyadari bahwa seni tari tradisional memiliki kekayaan nilai budaya yang sangat berharga dan harus dijaga kelestariannya.

“Bagi saya, tari bukan sekadar gerakan tubuh. Tari adalah bahasa budaya yang mengandung makna dan cerita yang harus dilestarikan. Terutama di kalangan generasi muda,” katanya dengan penuh semangat.

Janes mengaku, untuk bisa mendalami seni tari Bondoyudo, ia harus mengikuti berbagai pelatihan dan latihan yang cukup keras. Meskipun terkadang ia merasa lelah, semangatnya tidak pernah surut.

“Melestarikan kebudayaan ini adalah tanggung jawab saya. Saya ingin menunjukkan bahwa seni tari tradisional bisa tetap eksis meski di era digital ini,” tambah Janes.

Selain itu, Janes juga kerap mengikuti berbagai festival seni di Jember dan sekitarnya. Ia tidak hanya menari, tetapi juga berkolaborasi dengan para seniman lainnya untuk memperkenalkan tari tradisional kepada masyarakat yang lebih luas.

“Festival-festival ini sangat penting. Karena, selain memperkenalkan seni tari, juga memberi saya kesempatan untuk belajar lebih banyak dari para ahli dan seniman lain,” jelas Janes.

Dalam setiap penampilannya, Janes selalu berusaha untuk mempertahankan ciri khas tari tradisional. Namun, dengan sentuhan modern yang sesuai dengan selera anak muda masa kini.

“Saya ingin tari tradisional tidak terkesan kuno, tapi tetap relevan dengan zaman. Dengan begitu, generasi muda bisa lebih mudah menerimanya,” ujar Janes.

Seni tari bagi Janes tidak hanya soal gerakan tubuh, tetapi juga soal bagaimana mengekspresikan emosi dan cerita melalui setiap langkah.

"Tari adalah bentuk ekspresi yang kuat. Setiap gerakan punya makna yang dalam. Saya merasa senang bisa menyalurkan perasaan dan pikiran saya lewat tari," ujar Janes.

Melalui kecintaannya pada seni tari, Janes berharap dapat menginspirasi banyak orang, terutama generasi muda, untuk lebih peduli dan bangga terhadap kebudayaan Indonesia.

“Saya ingin mereka tahu bahwa tari tradisional kita sangat kaya dan memiliki nilai seni yang luar biasa. Ini adalah bagian dari identitas bangsa kita yang harus terus dilestarikan,” ungkapnya dengan penuh keyakinan.

Untuk mendalami lebih jauh, Janes juga mulai mempelajari tari dari berbagai daerah di Indonesia.

“Seni tari Indonesia itu sangat beragam. Dari Sabang sampai Merauke, masing-masing daerah memiliki keunikan tersendiri dalam tari. Saya ingin mengenal lebih banyak lagi dan berbagi pengetahuan ini dengan orang lain,” pungkasnya. (c2/nur)

Editor : Alvioniza
#Jember #Budaya #lestarikan