PUGER KULON, Radar Jember – Kondisi ambrolnya break water atau pemecah ombak di pancer Puger kini menjadi lokasi favorit bagi para pemancing. Hampir setiap hari puluhan pemancing memilih menempati bagian ujung break water di Desa Puger Kulon, kecamatan Puger yang terus ambrol akibat dihantam ombak.
Break water yang dibangun tahun 2000 itu awalnya hanya menggunakan tumpukan batu putih ukuran besar yang ditata dengan rapi. Sekitar tahun 2014 silam dilakukan perbaikan dengan dipasang segitiga batu cor yang beratnya berkisar 3 ton hingga 6 ton. Tetapi karena terus dihantam ombak, kini beton segitiga itu sudah ambrol.
Sehingga kondisi beton yang menjulur ke tengah laut sebagai pemecah ombak itu kondisinya ambrol dan semakin pendek.
Kini, ambrolnya bagian ujung break water itu menjadi tempat yang nyaman bagi para pemancing.
Awalnya panjang break water itu panjangnya sekitar 125 meter. Tetapi, sekarang hanya tinggal beberapa puluh meter. Di bagian ujung break water itu beton semen cor dipasang secara menyilang. Awalnya, pasangan itu tidak akan terlepas, tapi belakangan berantakan karena terus dihantam ombak.
“Pasangan segitiga beton itu hanya pada bagian ujungnya saja, karena setiap hari dihantam ombak dan gelombang. Setiap ombak yang datang menghantam bagian ujung saja,” kata Samsul, salah satu pemancing asal Lojejer.
“Meskipun pengaman sudah dipasang dengan cara menyilang dan kuat, ternyata ambrol juga bagian ujungnya,” imbuhnya. (jum/bud)
Editor : M. Ainul Budi