BADEAN, Radar Jember - Menyanyi merupakan aktivitas yang disukai hampir setiap orang.
Tak terkecuali siswa SD Negeri Badean 02 Jember, Amarta Qotrunnada Salsabila.
Kepiawaiannya dalam seni olah vokal mengantarkan siswa yang baru duduk di bangku kelas 5 SD tersebut mentas di berbagai acara yang diselenggarakan warga. Pundi-pundi cuan pun mengalir deras ke tabungannya.
Siswa yang akrab disapa Nada itu menceritakan, hobinya bernyanyi sudah terlihat sejak dia duduk di bangku TK.
Saat itu dia kerap perform di panggung pentas seni. Hingga kini, Nada selalu tampil dalam acara pentas seni di sekolah, khususnya dalam membawakan lagu-lagu religi.
"Saya sukanya genre religi. Gak tau awalnya kenapa suka, dari TK hobinya memang nyanyi," terangnya.
Kendati demikian, Nada mengaku belum terpikirkan untuk menekuni hobinya ke ranah profesional. Dia hanya ingin bernyanyi sesuka hatinya tanpa terbebani oleh latihan yang terjadwal.
"Tidak ikut les nyanyi atau berlatih yang serius. Jadi, nyanyinya kalau pas lagi gabut aja," katanya.
Namun, Nada mengaku cukup sering mendapatkan undangan untuk bernyanyi pada acara keagamaan. Terlebih lagi pada bulan Ramadan.
Mulai dari sunatan hingga pengajian, nada dipercaya untuk membawakan lagu-lagu religi guna menghibur tamu yang hadir. Undangan tak hanya datang dari warga di desanya.
Bahkan, warga dari kecamatan lain juga pernah memintanya untuk bernyanyi pada suatu acara pengajian.
"Biasnya tampilnya di masjid dekat-dekat rumah saja. Namun, pernah diminta nyanyi di Kemuning (Kecamatan Panti, Red). Undangannya itu biasanya disampaikan ke orang tua saya," sebut Nada.
Pundi-pundi cuan pun mengalir. Nada mengaku mendapat ratusan ribu tiap kali tampil. Dikatakannya, uang tersebut dia tabung, yang nantinya akan dipergunakannya sebagai bekal saat lulus sekolah untuk melanjutkan ke pondok pesantren.
Dia juga mengaku tak terlalu merisaukan nominal imbalan yang diterima.
Baginya, bisa tampil untuk menghibur tamu pada sebuah acara adalah pengalaman yang berharga.
"Setelah lulus saya ingin mondok. Jadi, uangnya saya tabung buat mondok. Tapi, saya dan orang tua tidak mematok harga. Bisa tampil, mengasah keberanian, dan bertemu orang baru itu sudah menyenangkan," jelasnya.
Selain berbakat dalam seni olah suara, Nada juga berprestasi dalam hal akademik. Tercatat dia rutin mewakili sekolah dalam kompetisi olimpiade sains nasional (OSN). Khususnya pada mata pelajaran matematika.
Saat kelas 4, dirinya bersaing di tingkat kecamatan. Namun, saat kelas 5, dia berhasil merebut posisi 3 besar olimpiade sains tingkat kecamatan, hingga bersaing di tingkat kabupaten.
"Saya seneng ngitung uang, makanya suka matematika," sebutnya. (yul/c2/nur)
Editor : M. Ainul Budi