Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Melihat Latihan Barongsai di Jember, Ruang Berkompetisi Atlet Barongsai Minim

Radar Digital • Jumat, 31 Januari 2025 | 02:53 WIB
HARUS KOMPAK: Atlet barongsai Shin Jing Shen tengah berlatih di kompleks GOR Garuda.(YULIO FA/RADAR JEMBER)
HARUS KOMPAK: Atlet barongsai Shin Jing Shen tengah berlatih di kompleks GOR Garuda.(YULIO FA/RADAR JEMBER)

KALIWATES, Radar Jember – Barongsai biasanya menjadi hiburan yang pasti ditampilkan dalam perayaan Imlek di berbagai kota di Indonesia. Namun, sejatinya barongsai juga ada kompetisi olahraganya.

Pelatih Shin Jing Shen, Antonius Eko Putro Waluyo, menjelaskan, di Jember, barongsai hanya berkembang di lingkup pendidikan. Beberapa sekolah seperti SMK Santo Paulus, SD Shinta, dan Sekolah Tiga Bahasa Rukun Harapan memiliki ekstrakurikuler barongsai. Namun, belum ada upaya serius untuk mengembangkannya menjadi lebih profesional.

Dia juga menyampaikan bahwa Jember belum memiliki Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI). Karena itu, para atlet barongsai di Jember sangat minim ruang untuk mengikuti kompetisi resmi. “Kelompok barongsai di Jember tidak bisa ikut kompetisi yang diselenggarakan FOBI. Tapi, atlet barongsai dari Jember masih bisa ikut dengan bergabung ke kelompok lain dari luar kota,” jelasnya.

Eko melanjutkan, di daerah lain seperti Madiun dan Yogyakarta, barongsai sudah memiliki berbagai kategori lomba. Mulai dari halang rintang, barongsai kecepatan, hingga atraksi di atas tonggak. Sayangnya, di Jember, ruang untuk hal semacam itu belum tersedia. "Kami hanya bisa mengekspresikan diri dengan membantu teman-teman pegiat barongsai di luar kota yang membutuhkan tambahan pemain untuk penampilan," ungkapnya.

Eko juga menyoroti perkembangan barongsai di negara-negara seperti Malaysia dan Singapura. Menurutnya, barongsai sudah menjadi olahraga kompetitif yang berkembang pesat. Di sana, ada banyak kompetisi dengan kategori yang beragam.

Sementara di Jember, perkembangan barongsai masih jauh tertinggal. “Kompetisi di tingkat daerah itu jarang sekali. Bahkan di Jember tidak ada. Padahal barongsai di luar negeri persaingannya cukup tinggi. Sebenarnya itu bisa jadi ladang prestasi untuk para atlet,” jelasnya.

Melihat potensi yang ada, Eko berharap ke depan barongsai di Jember bisa mendapatkan perhatian lebih. Tak hanya sebagai seni tradisional, tetapi juga sebagai cabang olahraga yang diakui dan memiliki ruang untuk berkembang. "Kami ingin ada dukungan yang lebih besar, yang paling urgen adalah dibentuknya FOBI. Agar para atlet di Jember tidak terus-menerus harus mencari peluang di luar daerah," tutupnya. (yul/c2/dwi)

 

 

 

Editor : M. Ainul Budi
#Jember #IMLEK #barongsai