Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Kecelakaan Bus Gunung Harta di Jember Gara-gara Rem Blong Menyimpan Cerita Mistis Dari Mimpi Aneh, Kok Bisa?

Radar Digital • Jumat, 24 Januari 2025 | 20:00 WIB

 

REM BLONG: Kondisi bus Gunung Harta yang mengalami rem blong dengan isi 20 penumpang. (JUMAI/RJ)
REM BLONG: Kondisi bus Gunung Harta yang mengalami rem blong dengan isi 20 penumpang. (JUMAI/RJ)

GARAHAN, Radar Jember – Kepanikan 20 penumpang bus tak terbendung setelah sadar bus yang ditumpanginya mengalami kecelakaan, pukul 22.00, Rabu (22/1) lalu. Buss Gunung Harta bernopol DK 7214 GH warna merah itu nyansang setelah mengalami rem blong, di jalan raya Desa Garahan, Kecamatan Silo.

Bus itu disopiri Dawam, 56, warga Kecamatan Panti. Beruntung, saat bus menyalami rem blong di jalan menurun dan menikung itu tidak ada kendaraan dari arah depan. Baik kendaraan roda empat maupun kendaraan lainnya.

Dawam menyebut, saat bus mendekati tikungan jalan yang menurun, rem bus sudah tidak berfungsi. Padahal sudah dicoba berkali-kali diinjak, tetapi tidak berfungsi. Beruntung, sopir tidak panik, meski di dalam bus itu ada sekitar 20 penumpang dengan tujuan Jember dan Lumajang.

Bus yang melaju kencang itu sempat oleng, sehingga bekas ban depan sebelah kanan sempat terperosok di saluran irigasi. Setelah itu, bus langsung oleng ke kanan hingga naik ke tebing yang dipenuhi pohon balsa kecil. “Karena kencangnya bus, itu hingga melompat ke selokan. Sampai bagian depannya terangkat,” kata Dawam kepada Jawa Pos Radar Jember saat ditemui di warung Cak Yo.

Sopir dan Penumpang Mimpi Aneh 

SEMENTARA itu, Dawam, sopir bus yang mengalami kecelakaan, mengaku sempat bermimpi aneh. Dia menceritakannya di depan para penumpang saat berada di warung Cak Yo, Selasa (21/1).

Dalam mimpinya, bus yang biasa disopirinya, diganti sopir yang baru melamar. “Sopir yang baru melamar itu melewati jalan turunan dan menikung. Selanjutnya, sopir yang baru melamar itu akhirnya diganti,” ucapnya.

Sementara itu, Arief, penumpang asal Dusun Pondoklabu, Desa Klompangan, Kecamatan Ajung, menyampaikan, ia sempat bermimpi di luar nalar, yaitu melihat tiga keranda dipikul enam orang. “Saya bermimpi melihat ada tiga keranda dipikul secara bersamaan, karena ada tiga orang meninggal. Ketiga keranda itu dipikul oleh enam orang secara bersamaan,” katanya.

Saat bus mengalami kecelakaan, dia pun bergegas membantu evakuasi penumpang. “Saya sempat membantu mengendong dua anak laki-laki yang masih kecil. Saya bantu keluar karena orang tuanya sudah panik,” pungkasnya. (jum/c2/nur)

Editor : M. Ainul Budi
#Jember #Gunung Harta