Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Serangan Hewan Kera di Jember Sudah Ada 7 Korban, Warga Inisiatif Libatkan Penembak Jitu

Radar Digital • Rabu, 22 Januari 2025 | 15:38 WIB

 

CEK KONDISI: Rumah salah satu korban saat didatangi polisi, usai menjadi korban serangan kera liar, di Desa Mojogemi Kecamatan Sukowono, Jember. (NAWAWI)
CEK KONDISI: Rumah salah satu korban saat didatangi polisi, usai menjadi korban serangan kera liar, di Desa Mojogemi Kecamatan Sukowono, Jember. (NAWAWI)

Sukowono, Radar Jember - Aksi kawanan kera liar kembali meresahkan warga, belum lama ini, di Dusun Sumberlangsat, Desa Mojogemi, Kecamatan Sukowono, Jember. Ulah kera liar ini sedikitnya membuat 7 orang menderita luka-luka akibat serangan hewan primata ini.

Bahkan, jebakan kera liar yang dipasang oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan Polisi juga tidak membuahkan hasil. Kera liar masih terus berulah hingga menyerang warga setempat.

Karena tak membuahkan hasil, jebakan yang dipasang itupun akhirnya jaringnya telah dicopot, (20/1).

"Kera liar yang di Mojogemi sudah makan korban lagi. Korban namanya pak Nurul RT 11 RW 05, Dusun Sumberlangsat, Desa Mojogemi, Sukowono ini,” kata Sugiarto, warga setempat, kepada wartawan (21/1).

Ia mengungkapkan, serangan kera liar itu telah terjadi sejak Jumat lalu (17/1). Saat itu, seorang pria lansia menjadi sasaran kebrutalan primata ini. Bahkan, kata Sugiarto, beberapa hari sebelumnya, seorang perempuan lansia juga menjadi sasaran ulah kera liar. Korban menderita luka bekas cakaran dan gigitan, di bagian punggung dan leher.

"Total korban kera sudah tujuh orang terdiri dari lima perempuan dan dua laki- lagi di wilayah yang sama, di Dusun Sumberlangsat ini," imbuh dia.

Sugiarto mengatakan, kemunculan kera liar ini sulit ditebak. Kera bisa turun dari hutan saat pagi, siang atau sore hari. Begitu masuk perkampungan dan diketahui warga, kera seketika berlari cepat kembali masuk ke hutan.

"Kadang kera ini muncul saat pagi sekitar jam tujuh, kadang siang sekitar jam 11 dan 14, dan sore sekitar jam 16 dan 17. Saat muncul, mereka menyerang warga," ungkapnya.

Kemunculan kera liar ini diduga karena kera tidak menemukan makanan di hutan. Sehingga kera-kera itu masuk ke perkampungan warga.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Jember, seusai penyerangan kera liar itu, polisi datang menjenguk sejumlah korban. Para korban juga telah diberikan vaksin rabies oleh tim medis dari Puskesmas Sukowono. 

Anggota Polisi Hutan (Polhut) Kantor BKSDA Wilayah III Jember, Ariyanti, mengatakan jebakan kandang yang dipasang BKSDA memang belum membuahkan hasil. Karena tidak ada satupun kawanan kera liar yang masuk jebakan.

Terlebih, lanjut dia, masyarakat setempat mengupayakan mengundang sniper untuk memburu kera dan patroli setiap harinya.

"Sebenarnya sudah kami tangani, tapi masyarakat maunya bertindak sendiri untuk menyelesaikan dengan mengundang sniper tiga orang yang setiap hari keliling. Kandang jebak kami yang terpasang jadi tidak efektif," tutupnya. (jum/mau/bud) 

 

Editor : M. Ainul Budi
#Jember #Serangan Kera