TEGAL GEDE, Radar Jember - Hujan deras yang mengguyur beberapa wilayah Jember, Minggu (19/1) lalu, menyebabkan banjir.
Setidaknya ada lima kecamatan yang tergenang. Di antaranya Kecamatan Kaliwates, Sumbersari, Mangli, Ajung, Rambipuji, dan Bangsalsari.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember, di Kecamatan Kaliwates, wilayah yang terdampak meliputi Perumahan Istana Tegal Besar, Lingkungan Krajan Kelurahan Mangli, Lingkungan Kebon Dalem Kelurahan Kaliwates.
Di Kecamatan Sumbersari, banjir terjadi di Lingkungan Gumuk Kerang, Perumahan Mastrip, Perumahan Jember Permai II, dan Perumahan Semeru Kelurahan Sumbersari. Sementara itu, di kecamatan lain seperti Rambipuji, Bangsalsari, dan Ajung, rata-rata air menggenang di jalan besar.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Widodo Julianto menyebutkan, secara keseluruhan ada 1.297 jiwa dan 479 KK yang terdampak banjir tersebut. Ketinggian air rata-rata mencapai 20 sampai 70 sentimeter.
"Khusus di Lingkungan Kebon Dalem terdapat rumah yang mengalami kerusakan parah akibat banjir," terangnya.
Penyempitan drainase akibat material tanah, sampah, dan bangunan disebut menjadi penyebab utama meluapnya air. Apalagi ditambah dengan intensitas hujan yang tinggi sejak pukul 12.30.
Walaupun hujan reda, hingga kemarin (20/1), di Dusun Sumuran, Desa/Kecamatan Ajung, debit air saluran drainase masih terlihat meluap ke jalan dan permukiman. Hal serupa juga terjadi di Kantor Kecamatan Ajung, hingga menyebabkan kemacetan.
Widodo mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap banjir susulan. Mengingat sepekan ke depan intensitas hujan di Jember diprediksi akan tinggi.
Hal itu, kata dia, karena ada peningkatan awan hujan di langit Jember.
"Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, terutama di area rawan banjir. Pembersihan saluran irigasi dan pelebaran drainase menjadi langkah prioritas yang harus dilakukan," pungkasnya.
Banjir Terparah di Perumahan Mastrip
AREA perumahan turut terdampak banjir. Di Perumahan Mastrip, Kecamatan Sumbersari, misalnya. Minggu (19/1) lalu, banjir yang terjadi disebut yang terbesar setelah puluhan tahun.
Ada kekhawatiran yang dirasakan warga setempat. Mengingat potensi banjir masih bisa terjadi sepanjang musim hujan.
Hal itu diungkapkan langsung oleh warga Perumahan Mastrip, Umisaroh.
Dia menyebut, Perumahan Mastrip memang sudah menjadi langganan banjir.
Namun, tak separah yang kemarin. "Saya tinggal di sini (Perumahan Mastrip, Red) sudah 36 tahun. Ini jadi banjir yang paling besar," ungkapnya, kemarin (20/1) siang, kepada Jawa Pos Radar Jember.
Dijelaskan, banjir yang terjadi sebelum-sebelumnya, air hanya menggenangi jalan di pintu masuk perumahan. Hanya berdampak pada kawasan rumah-rumah warga di dekat pintu masuk. Itu pun tidak banyak. Berbeda dengan banjir Minggu lalu. Luapan air dari selokan, kata dia, sampai masuk jauh ke perumahan hingga menggenang ke dalam rumah warga.
Umisaroh menilai, banjir besar yang menggenangi Perumahan Mastrip akibat sampah yang menyumbat saluran drainase tepat di bawah jalan masuk perumahan. Sehingga, air hujan tidak bisa mengalir ke drainase dan akhirnya meluber. "Sampahnya banyak, menyumbat di drainase bawah aspal," jelasnya.
Akibat banjir tersebut, air tak hanya membawa sampah ke permukiman warga. Namun, material lain seperti aspal yang rusak turut terbawa dan menumpuk di tengah jalan.
Dia mengaku masih tetap waspada kejadian tersebut terulang kembali. Musim hujan masih berlangsung dan intensitasnya juga dikhawatirkan akan lebih besar lagi. (qal/yul/c2/sil)
Banjir Setelah Hujan Deras 19 Januari 2025
- Kecamatan Terdampak :
- Sumbersari
- Kaliwates
- Ajung
- Rambipuji
- Bangsalsari
- Warga Terdampak: 1.297 jiwa dari 479 KK
- Ketinggian air mencapai 20–70 sentimeter
Sumber: BPBD Jember