Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Buntut Kasus Dugaan Pungli Oknum Camat Sukowono Jember, Seluruh Kades Dipanggil Tim Saber Pungli

Radar Digital • Kamis, 16 Januari 2025 | 20:51 WIB

 

BERLANJUT: Suasana yang terpantau di Sekretariat UPP Saber Pungli, di Kantor Pemkab Jember. Tampak sejumlah kades beserta perangkatnya, bergiliran memenuhi panggilan Tim Saber untuk dimintai keteranga
BERLANJUT: Suasana yang terpantau di Sekretariat UPP Saber Pungli, di Kantor Pemkab Jember. Tampak sejumlah kades beserta perangkatnya, bergiliran memenuhi panggilan Tim Saber untuk dimintai keteranga

JEMBER LOR, Radar Jember - Kasus dugaan pungli oknum camat di Jember terhadap para kepala desa (kades) untuk mencairkan alokasi dana desa (ADD) dan dana desa (DD) terus bergulir. Terbaru, UPP Saber Pungli Pemkab Jember memanggil 12 kades di Kecamatan Sukowono, Jember (15/1).

Masing-masing kades saat itu bergiliran dimintai keterangan perihal pungli oknum camat yang pernah menjabat pada tahun itu.

Pada saat bersamaan, ada seorang camat yang diperiksa.

Kades Sukosari, Kecamatan Sukowono, Ahmad Romadlon, mengaku bahwa pemanggilannya perihal kasus pungli oknum camat.

Mereka diminta untuk memberikan keterangan terkait kasus tersebut.

"Kami memberikan keterangan dengan sebaik-baiknya, yang diperlukan Tim Saber Pungli," katanya saat ditemui seusai menghadap Tim Saber Pungli.

Saat diperiksa, dia membantah setoran yang diberikan kades kepada camat itu sebagai honor tim verifikasi kecamatan (TVK). Namun, kuat mengarah pada pungli.

Oknum camat, menurutnya, berdalih bawah uang yang diberikan kades merupakan dana TVK.

"Tapi kami, para kades, memberikan keterangan bahwa itu bukan bagian dana TVK, karena TVK ada sendiri dan itu legal. Ada perbup, ada SK, dan surat pertanggungjawabannya," terangnya.

Ia merespons positif upaya Tim Saber Pungli dalam mengusut kasus rasuah tersebut, meski di awal-awal ada pihak-pihak yang meragukan keberanian Tim Saber Pungli dalam membongkar kasus tersebut.

"Kalau ada yang pesimistis dengan Saber Pungli, saya optimistis, Saber Pungli yang beranggotakan dari inspektorat, jaksa, dan polres ini, ramah, baik, dan bergerak dengan cepat," imbuhnya.

Rasa tidak percaya bahwa penelusuran ini akan membuahkan hasil sempat diungkap oleh M. Husni Thamrin, selaku penyebar video dugaan pungli itu hingga viral di media sosial.

Ia menilai kasus semacam itu sebenarnya banyak terjadi di hampir setiap institusi pemerintahan dengan tujuan yang sama. hanya modusnya yang berbeda.

"Sebenarnya ini terlalu receh dan remeh-temeh. Saya pesimistis dan malah yakin ini akan hilang di tengah jalan. Karena, kalau mau serius, mudah sebenarnya bagi tim. Apalagi ini gabungan, ada inspektorat, polisi, dan jaksa. Mereka punya perangkat untuk menelusuri," katanya.

Sebelumnya, viral sebuah video yang berisi dugaan pemerasan yang ditengarai dilakukan oleh oknum camat kepada kades di Jember.

Dalam video yang direkam secara sembunyi-sembunyi dan berdurasi 30 detik itu, terlihat dua orang berada dalam sebuah ruangan.

Salah satunya menyerahkan segepok uang pecahan Rp 100 ribu yang ditengarai disunat dari DD, lalu disetorkan oleh sang kades kepada camat.

"Terus yang tahun ini, ini per termin sudah saya kumpulkan. Mohon maaf, Pak, telat," bunyi petikan suara seorang pria dalam video tersebut, sambil menyerahkan sejumlah uang. (mau/c2/ham)

Editor : Radar Digital
#Jember #camat #Kades