Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Lawan PT Imasco Asiatic, Warga di Jember Ini Kompak Blokade Jalan

Radar Digital • Selasa, 14 Januari 2025 | 12:30 WIB
SIAP DIBAKAR: Ban bekas yang dipasang warga untuk memblokade jalan di sekitar Jalan Kasiyan–Puger, Senin (13/1). (JUMAI/RJ)
SIAP DIBAKAR: Ban bekas yang dipasang warga untuk memblokade jalan di sekitar Jalan Kasiyan–Puger, Senin (13/1). (JUMAI/RJ)

PUGER, Radar Jember - Gelombang perlawanan warga untuk menyampaikan aspirasi perbaikan jalan aspal dan blokade jalan untuk truk-truk PT Imasco Asiatic belum surut.

Ketika sejumlah pemangku kebijakan bertemu dengan pihak PT Imasco Puger dan dikawal oleh ratusan demonstran, di Pendapa Bupati Jember, pada saat bersamaan warga juga melakukan aksi blokade jalan di Puger, Senin (13/1).

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, warga yang tidak ikut demo telah menyiagakan ban bekas di ruas Jalan Kasiyan–Puger.

Lokasinya. Tepat di depan Masjid Ar-Rahman, Desa Grenden, Kecamatan Puger.

Bahkan, sejumlah warga lain juga telah siaga di traffic light Simpang Tiga Kasiyan.

Upaya itu sebagai bentuk perlawanan warga yang tidak menghendaki truk-truk PT Imasco kembali beroperasi melalui jalan tersebut.

Mereka juga menantikan kabar dan hasil rakor gabungan yang melibatkan Pemprov Jatim, Pemkab Jember, unsur forkopimda, dan PT Imasco Asiatic, terkait kerusakan Jalan Puger–Rambipuji.

Aksi warga ini juga mengagetkan para pengguna jalan.

Tak sedikit yang juga mendukung aksi massa tersebut.

"Di satu titik ada tiga tumpukan ban truk bekas, di depan Masjid Ar-Rahman Grenden. Ban bekas juga dipasang di Simpang Tiga Kasiyan," kata Sunar, pengguna jalan asal Mojosari, Puger, saat ditemui, kemarin.

Sementara itu, hingga Senin pukul 16.45 kemarin, rapat gabungan di Pendapa Bupati Jember belum rampung.

Masing-masing pihak bergiliran menyampaikan paparan hingga berjam-jam. Alotnya perundingan itu juga membuat demonstran kesal.

Tak jarang mereka juga menyoraki peserta rapat di dalam Rumah Dinas Bupati Jember itu.

Korlap aksi wilayah Kasiyan Puger, Holilur Rohman, menyebut, sebelumnya banyak truk tronton dan trailer terparkir di sepanjang ruas Jalan Kasiyan–Kencong.

Setelah sejumlah perwakilan sopir negosiasi dengan masyarakat setempat, kata dia, warga mengizinkan para sopir untuk melintas.

Menurut Lilur, langkah itu terpaksa dipilih warga karena mempertimbangkan keamanan pengguna jalan. Sebab, dirasa rawan memicu kecelakaan dan penyempitan jalan.

Meski begitu, tuntutan mereka masih bulat, yakni meminta adanya peningkatan kelas jalan dengan harapan lebih awet.

"Kesepakatan ini tidak mengubah tuntutan awal, tegakkan kelas jalan, kalau kelas tiga, ya, kelas tiga. Ini di samping kepentingan para sopir, juga untuk mengurai masalah kerusakan jalan ini," katanya. (mau/c2/nur)

 

Editor : Radar Digital
#Jember #Imasco