WONOJATI, Radar Jember – Warga yang mempunyai hewan ternak, khususnya sapi, semakin hari semakin waswas.
Sebab, kasus kematian hewan ternak sapi yang terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK) semakin meluas.
Salah satunya warga bernama Mahut, 40, warga Dusun Wetan Gunung, Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah, yang hewan ternak sapinya mati.
Matinya sapi milik Mahut itu diduga karena PMK.
Sebab, selama seminggu sapi milik Mahut mengalami luka di bagian kuku dan mulutnya, yang tak kunjung sembuh. Bahkan di bagian mulutnya terus mengeluarkan lendir.
Ternyata benar, sapi miliknya mati pada Kamis (9/1) siang. Karena khawatir sapi lainnya mati diserang PMK, korban terpaksa menjualnya dengan harga murah.
Hal senada disampaikan Muhammad Sodik, 40, warga Dusun Wetan Gunung, Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah.
Satu ekor sapi jenis limosin miliknya yang sedang hamil sudah tidak bisa berdiri dan makan selama seminggu.
Untuk jalan saja sapi susah sekali masuknya ke kandang, sehingga harus didorong orang.
Ternyata, di bagian kukunya terdapat luka cukup parah. Bagian kukunya sudah membusuk dan mengeluarkan bau kurang sedap.
“Saya terpaksa menyiramkan bagian yang luka di kukunya itu dengan bensin. Seminggu tidak mau makan dan hanya tidur saja. Soalnya sudah tidak kuat berdiri. Setelah di bagian yang luka disiram dengan bensin, langsung ulatnya di bagian yang luka itu keluar. Selanjutnya saya kasih perasan kunyit di bagian yang luka dan dibuat jamunya. Ternyata dari seminggu tidak bisa berdiri dan makan, sekarang sudah bisa makan,” katanya.
“Awalnya memang sulit untuk jalan. Bahkan untuk bisa masuk ke dalam kandang saja harus didorong. Karena di bagian lukanya diberi perasan kunyit, akhirnya mulai kuat berdiri dan bisa makan. Alhamdulillah, setelah seminggu diberi kunyit pada bagian yang luka, bisa sembuh,” kata Sodik.
Tiga hari sebelumnya ada juga dua ekor sapi yang mati.
Di bagian kukunya juga terdapat luka tidak yang tak kunjung sembuh. Selain itu, mulutnya mengeluarkan lendir.
“Kalau bernapas itu suaranya keras sekali. Sapi milik warga yang sakit sudah didatangi mantri hewan, disuntik. Sekarang ini yang mempunyai ternak sapi masih waswas,” pungkasnya. (jum/c2/bud)
Editor : Radar Digital