Radar Jember – Terowongan kereta api garahan merupakan peninggalan zaman Hindia-Belanda yang terletak di Desa Garahan, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember.
Terowongan ini berada di kawasan Daop 9 Jember.
Pada era penjajahan, kereta api menjadi sarana yang paling menguntungkan bagi penjajah dalam mengangkut sumber daya alam di Indonesia untuk dibawa ke pelabuhan.
Secara geografis, Desa Garahan terletak di kawasan gunung Gumitir yang memiliki medan ekstrim.
Dalam rangka menyambungkan rute kereta api dari Jember menuju Banyuwangi, maka pemerintah kolonial Belanda membangun terowongan Garahan.
Pada tahun 1901-1902 perusahaan kereta api pada zaman Hindia-Belanda, yakni Staatsspoorwegen memulai pembuatan terowongan Garahan dengan sistem kerja rodi yang mempekerjakan rakyat Indonesia, khususnya masyarakat Desa Garahan dan sekitarnya.
Pembangunan terowongan ini bukanlah perkara mudah.
Pada masa itu, teknologi masih sangat terbatas.
Pekerja harus menggali melalui bebatuan keras dengan peralatan sederhana dan tenaganya.
Pada saat itu, pekerja hanya disediakan alat sederhana seperti cangkul, pahat, linggis dan sebagainya untuk mengikis batu didalam gunung dengan panjang 113 meter secara perlahan tanpa diberikan upah.
Pengerjaan terowongan ini memakan banyak korban yang disebabkan karena berbagai macam alasan, seperti kehabisan tenaga, kelaparan, dan kehausan.
Mereka dipaksa terus bekerja dengan penerangan yang sangat minim, yakni dengan menggunakan obor.
Sejak selesai dibangun, terowongan Garahan berfungsi sebagai jalur utama kereta api yang mengangkut hasil perkebunan seperti tembakau, kopi dan karet dari Jember menuju pelabuhan.
Bahkan sampai sekarang, terowongan Garahan masih berfungsi sebagai jalur utama yang menghubungkan rute Jember menuju Banyuwangi.
Editor : Radar Digital