Tidak ada yang tahu kapan datangnya musibah yang dialami nenek berusia 77 tahun ini.
Saat hujan lebat, rumahnya ambruk. Rumah itu pun dibangun lagi dengan swadaya masyarakat.
JUMAI, LOJEJER, Radar Jember
NENEK Poni, 77, warga Dusun Sulakdoro, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, hampir dua pekan menumpang di rumah tetangga terdekatnya.
Sebab, rumah bambu berukuran 4 x 6 meter yang ditempatinya ambruk setelah ada hujan deras disertai angin kencang pada 29 Desember 2024 lalu. Beruntung, saat rumahnya ambruk, nenek berumur 77 itu sedang di teras rumah warga.
Selama hampir sepekan, ia harus menumpang di rumah tetangga dekatnya. Sebab, rumah yang terbuat dari bambu berdinding sesek bambu itu ambruk.
Beberapa barang di dalam rumahnya itu rusak akibat tertimpa reruntuhan rumah.
Sebelum rumahnya ambruk, terjadi hujan deras disertai angin. Korban saat itu langsung keluar dari rumahnya dan berada di teras rumah tetangga yang tidak jauh dari rumahnya.
Rumah yang ambruk itu hampir rata dengan tanah, sehingga harus diganti dengan yang baru. Rumah korban yang ambruk sempat mendapatkan bantuan dari BPBD Jember saat itu.
Namun, rumah satu-satunya yang ditempati itu akhirnya dibangun kembali dengan menggunakan bambu. Korban juga mendapatkan bantuan dari BPBD Jember, seperti kelengkapan untuk alas tidur serta sembako.
Moch. Soleh, Kepala Desa Lojejer, bersama anggota polsek serta babinsa memberikan bantuan sembako.
Serta mengecek rumah korban yang sudah mulai dibangun. Pembangunan rumah nenek ini dibangun dengan dana murni swadaya warga sekitar.
“Selain itu, dibantu dari pemerintahan desa setempat. Pembangun rumah ini dikerjakan oleh warga sekitar,” katanya.
Beruntung, saat rumahnya ambruk, korban sudah keluar, karena memang hujan deras disertai angin.
“Kebetulan rumah nenek yang tinggal sendirian di rumahnya itu kondisinya sudah mulai lapuk, sehingga saat hujan deras beberapa hari disertai angin tiba-tiba ambruk,” kata Soleh.
Dia pun berterima kasih kepada warga yang membangun rumah korban secara gotong royong. Sambil menunggu selesai perbaikan, barang-barang milik korban ditutup menggunakan terpal.
“Sebagian barang dalam rumahnya saat ambruk ada yang rusak tertimba reruntuhan,” pungkasnya.
Selain itu, perbaikan rumah juga dibantu oleh babinsa dan bhabinkamtibmas. Mereka datang untuk menyerahkan bantuan berupa sembako bersama kades setempat. (c2/nur)
Editor : Radar Digital