Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Longsor, Jalur Papuma Jember Tersendat, Wisatawan Harus Ekstra Hati-Hati

Radar Digital • Rabu, 25 Desember 2024 | 14:05 WIB
PROSES EVAKUASI: Tebing jalur menuju Pantai Papuma, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, longsor dan dibersihkan, Selasa (24/12). (JUMAI/RJ)
PROSES EVAKUASI: Tebing jalur menuju Pantai Papuma, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, longsor dan dibersihkan, Selasa (24/12). (JUMAI/RJ)

LOJEJER, Radar Jember - Curah hujan beberapa hari terakhir cukup tinggi. Akibatnya, kawasan Kecamatan Tempurejo dilanda banjir.

Bahkan, jalur menuju Pantai Papuma, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, tertutup material longsor dan baru dibersihkan, kemarin (24/12). Untuk itu, warga yang akan mendatangi tempat-tempat wisata harus ekstra hati-hati.

Tinggi tebing yang longsor sekitar 15 meter dengan lebar 30 meter. Peristiwa ini terjadi pukul 04.00, Senin (23/12), dan proses pembersihan lokasi dilakukan kemarin (24/12).

Meski longsor cukup parah, tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut. Sebab, saat longsor terjadi, jalan setempat masih sepi dan belum ada nelayan maupun wisatawan.

Material tebing yang longsor berupa lumpur campur batu padas. Selain itu, beberapa pohon di atas tebing juga ikut longsor. Jalan setempat tertutup separo, sehingga diberlakukan sistem buka tutup untuk kendaraan roda empat. Di lokasi, banyak kendaraan pengunjung yang harus antre. Proses pembersihan material longsor dari tebing itu menggunakan alat berat.

Staf Bagian Tata Graha pada Kantor Perhutani Jember Suprihatin mengatakan, longsor yang terjadi di jalur menuju Pantai Papuma masuk wilayah KPH Wuluhan, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan. Tanah bercampur batu padas menutup separo jalan. “Ada beberapa pohon jenis wiyu kayu hutan di kawasan Perhutani itu,” katanya.

Terjadinya longsor itu karena curah hujan cukup tinggi yang terjadi beberapa hari terakhir ini. Evakuasi menggunakan alat berat dilakukan agar penyelesaiannya lebih cepat. Ini juga untuk persiapan libur Natal dan tahu baru.

Kepada pengunjung wisata Papuma, Suprihatin meminta agar lebih berhati-hati karena hujan masih sering turun. “Khawatir masih terjadi longsor susulan. Perhutani Alam Wisata (Palawi) dikelola Perhutani provinsi mengimbau agar warga berhati-hati,” katanya.

Kapolsek Wuluhan Iptu Handoko Dardak mengatakan, terjadinya longsor di kawasan hutan milik Perhutani itu karena curah hujan cukup tinggi. “Tidak ada korban, karena saat longsor kondisi jalan masih sepi,” ucapnya. (jum/c2/nur)

Editor : Radar Digital
#Jember #longsor #Papuma