radar jember - Berita mahasiswa FISIP Universitas Jember yang meninggal dunia diduga bunuh diri loncat dari lantai 8, membuat gempar civitas akademik kampus Tegal Boto.
Mahasiswa berinisial DRY asal Kabupaten Tulungagung itu bahkan terekam kamera CCTV, tubuhnya jatuh dari lantai 8 di halaman gedung komplek CDAST Unej.
Iim Fahmi Ilman, Wakil Ketua Tim Kerja Hubungan Masyarakat UNEJ, menjelaskan, meninggal dunia mahasiswa Unej tersebut pihaknya masih melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian lebih lanjut.
"Dari informasi security dan petugas pelayanan, menjelang maghrib ada orang yang berteriak. Mereka menemukan orang kemudian security mendekati korban dan segera menelepon medical center untuk memanggil ambulans dan dibawah ke RSD Soebandi," jelas dia.
Iim menambahkan, informasi yang didapat dari security dan petugas layanan, saat ini sudah memasuki masa libur.
"Jadi tidak ada kegiatan perkuliahan di gedung tersebut. Tapi gedung ini juga digunakan oleh kegiatan dosen. Adan kegiatan penelitian dan kajian. Jadi untuk sehari-harinya dibuka sampai pukul 9 malam," ucapnya.
Iim menyebut, kemungkinan besar korban naik ke atas menggunakan lift.
Karena, akses untuk tangga sudah ditutup.
"Kemungkinan lewat lift ini yang masih kami dalami kenapa kejadiannya. Saya tidak berani berspekulasi, kami menunggu penyelidikan polisi," bebernya.
Sementara itu, di kolom postingan instagram korban, warganet atau pun rekannya sesama mahasiswa berbondong-bondong berkomentar.
Hingga pukul 20.52 wib, di postingan terbarunya, terdapat 196 komentar.
Informasi yang dihimpun, korban masih baru semester 3. Dari program studi Sosiologi di FISIP Unej.
Editor : Radar Digital