GUGUT, Radar Jember – Hujan disertai angin yang terjadi di Jember, beberapa hari lalu, membuat pahlawan pangan benar-benar menelan pil pahit. Tak sedikit lahan pertanian yang tergenang air hujan, hingga gagal panen. Nah, di Dusun Jereng, Desa Gugut, Kecamatan Rambipuji, petani ada yang memaksa panen padi karena tanamannya itu roboh.
Intensitas curah hujan disertai angin kencang bukan saja membuat pohon di pinggir jalan roboh. Namun, padi yang sudah berisi maupun yang belum banyak yang mati. Akibatnya, banyak orang kehilangan modal, tenaga, dan waktu.
Menurut Husai, warga Dusun Jereng, padinya yang belum menguning sudah roboh. Dia terpaksa memanen dengan harapan balik modal, meskipun sulit. “Masih hijau dan kuningnya sedikit. Ini roboh karena hujan angin,” katanya.
Dikatakan, panen paksa itu dilakukan karena sawahnya juga tergenang air hujan. Bahkan, sudah 3 hari air masih menggenang. Jika lebih lama, maka semua tanaman padi akan mati, karena akar dan batangnya membusuk.
Sementara itu, Supri, buruh tani asal desa setempat, menyebutkan, areal persawahan setempat tergenang air karena saluran irigasi tak mampu menampung air hujan. Saat turun hujan itu, angin juga berembus kencang. Menyebabkan tanaman padinya roboh. “Di tengah sawah sudah dibuatkan saluran, tetapi air masih tetap menggenang,” katanya.
Lantaran padinya roboh dan terendam air hujan, satu-satunya cara adalah memanen paksa, dengan harapan bisa balik modal. “Kalau roboh seharusnya diberdirikan dulu dengan cara diikat. Tetapi, itu juga mengeluarkan biaya dan jaminan padi aman tidak ada,” ulasnya.
Oleh karena itu, sekali pun masih banyak yang hijau, terpaksa dipanen. Di lain tempat juga terlihat ada tanaman padi yang roboh akibat angin dan hujan. Bahkan, banyak padi petani yang masih hijau roboh dan sawahnya tergenang air.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember, di areal persawahan itu juga banyak sampah plastik. Sampah-sampah rumah tangga itu berasal dari luapan saluran irigasi. Hal ini juga membuat areal persawahan terganggu. Bahkan, sebagian petani ada yang mengumpulkannya untuk dibakar saat kering. (jum/c2/nur)
Editor : Radar Digital