Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Jalan Penghubung Dua Desa di Jember Ini Terancam Putus, CEK LOKASINYA

Radar Digital • Rabu, 18 Desember 2024 | 22:12 WIB
TINGGAL SEPARO: Jalan penghubung Desa Sanenrejo dengan Desa Curahnongko, Kecamatan Tempurejo, tergerus air hujan hingga tinggal separo.
TINGGAL SEPARO: Jalan penghubung Desa Sanenrejo dengan Desa Curahnongko, Kecamatan Tempurejo, tergerus air hujan hingga tinggal separo.

SANENREJO, Radar Jember - Curah hujan cukup tinggi. Sebagian besar mengakibatkan luapan air di mana-mana. Bahkan, akibat luapan air sungai di Kecamatan Tempurejo, jalan penghubung Desa Curahnongko dengan Desa Sanenrejo, Kecamatan Tempurejo, terancam putus.

Jalan tersebut tergerus air dan tanah menjadi gembur, hingga hilang separo jalan. Kondisi tersebut pun cukup berbahaya. Jalan yang nyaris putus itu pun diperbaiki seadanya oleh warga dan pemerintah setempat.Abdul Muni, 45, warga Desa Curahnongko, Kecamatan Tempurejo, menyebut, jalan yang menghubungkan Desa Sanenrejo dengan Desa Curahnongko itu sempat tergerus hingga separo jalan.

Tergerusnya jalan itu karena luapan air hujan dari tebing di sekitar lahan tanaman tebu. Sehingga jalan hanya bisa dilewati kendaraan roda dua.
Untuk sementara, banyak kendaraan roda empat dan truk harus memutar.

“Kalau ada kendaraan roda empat yang memaksa salah satu ban harus turun ke selokan,” katanya.
Agar tidak ada pengendara roda empat yang telanjur lewat, dipasang rambu dari bambu di sekitar Afd Banjar Agung.

“Tetapi, masih ada yang nekat lewat dan memaksa lewat di jalan yang sudah tinggal separo itu,” kata warga Curahnongko.
Jalan yang belum diaspal itu sebenarnya masuk JLS.

Sehingga ada beberapa ratus meter yang memang belum diaspal. Tergerusnya jalan itu karena luapan air dari lahan tanaman tebu itu cukup deras. Padahal di sekitar lokasi sudah dibuatkan saluran.

Namun, air masih cukup deras hingga meluber ke jalan.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember, pihak kebun sudah membuat saluran cukup dalam, karena curah hujan cukup tinggi dan air luapan membawa sampah. Terlihat tumpukan sampah di bekas tanaman tebu.

“Pengguna jalan yang melintas harus lebih hati-hati karena di jalan aspal berlumpur dan menjadi licin,” kata warga setempat. (jum/c2/nur)

Editor : Radar Digital
#Jember #jalan desa