Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Festival Egrang Ledokombo Jember Akan Kembali Digelar

Radar Digital • Kamis, 12 Desember 2024 | 14:15 WIB

“Saatnya dari kompetisi ke kolaborasi. Masyarakat saling berkolaborasi.”  FARHA CICIEK  Direktur Tanoker Ledokombo
“Saatnya dari kompetisi ke kolaborasi. Masyarakat saling berkolaborasi.” FARHA CICIEK Direktur Tanoker Ledokombo
 

SUMBERSARI, Radar Jember - Festival Egrang kembali digelar oleh Tanoker Ledokombo pada 14 Desember nanti. Ada sebelas rangkaian agenda dalam sehari penuh. Sebanyak 12 sekolah dilibatkan dalam festival tersebut. Berbagai lomba pun digeber.

Festival yang menampilkan gelar karya permainan tradisional tari egrang itu bisa dihadiri masyarakat umum di Pasar Lumpur Desa Sumberlesung, Kecamatan Ledokombo. Sajian Galeri Semesta Egrang dan pasar ide, kuliner anak dan oleh-oleh unik bisa ditemukan. Pasar Lumpur dan Pulo Lumpur pun bisa dicoba secara gratis selama festival. Berbagai lomba mulai dari mewarnai tingkat TK dan PAUD, manusia patung lumpur, foto, pekarangan asri, poster, hingga tumpeng bisa diikuti.

Direktur Tanoker Ledokombo Farha Ciciek menjelaskan, pihaknya menggandeng berbagai pihak dalam Festival Egrang nanti. Mulai dari sektor pemerintah, usaha, hingga lembaga pendidikan. Dipilihnya bulan Desember dianggap sebagai momen yang pas. Salah satunya sebagai agenda untuk merayakan HUT ke-15 Tanoker. “Momentumnya perlu dirayakan khusus,” terangnya saat ditemui di salah satu kafe di Kelurahan/Kecamatan Sumbersari, Rabu (4/12).

Dikatakan, ikon dalam Festival Egrang adalah tarian  egrang. Jika tahun sebelumnya dilombakan, tahun ini tidak. Sebanyak 12 sekolah dampingan Tanoker dalam pengembangan permainan tradisional ikut terlibat menampilkan tarian egrang. Sekolah-sekolah itu mulai dari Kecamatan Ledokombo, Sumberjambe, Sukowono, hingga Ambulu. “Sekarang dikolaborasikan, setiap peserta tampil,” tuturnya.

Ciciek menjelaskan, tarian egrang telah masuk dalam kurikulum 12 sekolah tersebut yang terintegrasi dalam P5. Ada pula yang menjadi ekstrakurikuler sebagai pengembangan permainan tradisional. “Saatnya dari kompetisi ke kolaborasi. Masyarakat saling berkolaborasi,” pungkasnya. (sil/c2/nur)

Editor : Radar Digital
#Tanoker #Jember #Tanoker Ledokombo