Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Cerita Siswa di Jember Ini yang Suka Marching Band dan Karate, Demi Dua Cabor, Tak Pernah Tunda PR

Radar Digital • Selasa, 10 Desember 2024 | 21:54 WIB

PRESTASI: Siswa SMPN 11 Jember Irsyad Arafah Amri menunjukkan salah satu teknik bela diri karate seusai penampilan marching band di Kantor Kecamatan Sukorambi, beberapa waktu lalu.
PRESTASI: Siswa SMPN 11 Jember Irsyad Arafah Amri menunjukkan salah satu teknik bela diri karate seusai penampilan marching band di Kantor Kecamatan Sukorambi, beberapa waktu lalu.
 

Menggeluti dua cabang olahraga sekaligus bukan sesuatu yang mudah. Namun, ini terus dilakukan seorang siswa di Jember dan sama-sama bisa berprestasi.

YULIO FA, SUKORAMBI,

Radar Jember

TEKAD kuat dan kemauan tinggi tidak dimiliki oleh semua orang. Untuk membangun niat tulus dalam satu hal, kadang butuh semangat ekstra. Nah, Irsyad Arafah Amri, siswa SMPN 11 Jember, justru menggeluti dua cabang olahraga sekaligus. Dia masuk dan menjadi atlet marching band sekaligus karate.

Irsyad mengaku, dirinya sudah menggemari bidang seni musik sejak duduk di bangku taman kanak-kanak (TK). Bakat itu kemudian disalurkan dengan bergabung di tim drum band. Kini siswa kelas 8 itu menempati posisi brass, yang berperan vital dalam memberikan melodi.

Bersama tim drum bandnya, Irsyad telah mengikuti berbagai perlombaan. Mulai dari tingkat kecamatan hingga kabupaten. “Terakhir, kami berhasil juara satu saat lomba di Banyuwangi,” terangnya.

Selain itu, Irsyad juga beberapa kali menjuarai lomba karate. Meski sekilas jauh berbeda, dia menyebut ada yang sama antara seni musik drum band dengan seni beladiri karate. Yakni keduanya sama-sama memerlukan ketahanan dan kekuatan fisik. “Alat-alat drum band itu kan berat, terus cara mainnya sambil jalan gitu. Nah, itu perlu kekuatan fisik termasuk kaki. Sama seperti karate, butuh kekuatan fisik,” jelasnya.

Irsyad mengikuti salah satu perguruan karate yang ada di Jember. Dirinya rutin berlatih pada hari Rabu, Jumat, dan Minggu. Latihannya setelah salat Maghrib hingga pukul 21.00. Dia pun cukup konsisten meningkatkan skill-nya. “Perbedaannya dengan seni bela diri lain, kalau karate ini lebih mengutamakan power dan kuda-kuda. Itu juga jadi hal paling sulit bagi saya,” ucapnya.

Dengan padatnya jadwal latihan drum band dan karate, dia awalnya sempat kesulitan dalam mengatur waktu belajar dan berlatih. Terlebih lagi, kerap ada PR dari sekolah yang harus dikerjakan. Untuk mengatasi masalah tersebut, siswa yang gemar pada mata pelajaran Bahasa Indonesia itu berusaha membiasakan diri mengerjakan PR, tepat sepulang sekolah. Dia tak mau menunda PR sekolahnya. “Mau gak mau, ya, harus dikerjakan siang atau sore. Kalau nunggu malam malah gak tersentuh PR-nya,” sebut Irsyad.

Meski demikian, Irsyad merasa bahwa padatnya aktivitas bukanlah halangan untuk tetap berprestasi di sekolah. Dia mengungkapkan pentingnya dukungan keluarga dan guru-guru dalam membantunya menjaga keseimbangan antara kegiatan ekstrakurikuler dengan akademik. "Orang tua tidak melarang aktif di berbagai lomba. Tetapi, mereka sering mengingatkan agar tidak mengesampingkan akademik," katanya.

Ke depan, dia ingin terus menekuni kedua bidang yang saat ini digeluti. Dia berharap dapat membawa nama baik sekolah maupun nama Jember ke tingkat yang lebih tinggi dalam lomba drum band sekaligus meraih sabuk hitam di karate. "Saya ingin terus berkembang dan membanggakan orang-orang di sekitar saya," tutupnya. (c2/nur)

Editor : Radar Digital
#Jember