CURAH hujan yang terjadi sejak Kamis (28/11) hingga Minggu (1/12) cukup besar. Ini mengakibatkan ratusan warga Dusun Kraton, Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo terdampak banjir. Akibat genangan air luapan dari sungai itu, banyak warga yang tidak bisa keluar rumah. Namun, di tengah banjir itu ada yang menarik perhatian yaitu getek rakit dari jeriken bekas.
Seperti diketahui, rumah bahkan tergenangi air yang cukup dalam. Warga yang rumahnya di bagian ujung selatan di Gg.III dan Gg.IV rata-rata tidak bisa keluar rumah, apalagi menggunakan sepeda motor. Mereka pun pergi keluar rumah untuk keperluan penting seperti membeli kebutuhan pokok saja.
Namun, ada warga yang membuat menyiapkan getek rakit dari bahan plat. Getek rakit yang dijadikan perahu ini terbuat dari bahan bekas jeriken dan di atasnya dipasang sirap. Ukurannya bervariasi, yang penting bisa digunakan saat kondisi darurat. Getek ini dibuat oleh Jarot, 56, warga Dusun Kraton Gg. IV RT 007 RW 003, Desa Wonoasri. Rakitannya sederhana dengan ukuran papan sirap 1,5 meter X 1 meter. “Saya membuat rakit ini mendadak, karena ketika terjadi luapan hingga menggenangi rumah tidak bisa keluar. Sehingga dengan adanya rakit ini anak saya bisa keluar kalau mau ke warung untuk belanja. Kebetulan cucu ini juga senang kalau ada air, sehingga membuat rakit dari jeriken dan di atasnya dirakit pakai papan kayu dan kursi,” ucapnya.
Bukan hanya Jarot, Asmawi, 55, anggota Linmas Desa Wonoasri juga sudah menyiapkan rakit dari plat yang dilas. Rakit itu pemberian temannya beberapa tahun lalu dan dirawat sampai sekarang. “Rakit ini untuk mengevakuasi keluarga disaat terjadi banjir besar. Untuk sementara keluarga masih tinggal di rumah. Sehingga hanya digunakan anak saya dan temannya main,” katanya.
Warga lainnya, Jumari, 58, warga Gg.III , Dusun Kraton, RT 008 RW 003 mengaku juga sudah menyiapkan rakit dari bambu. Ada beberapa bambu ukuran 5 meter yang dirangkai hingga lebarnya 1,2 meter. Rakit dari bambu itu untuk tempat tidur saat banjir parah terjadi. “Kalau di halaman rumah banjir surutnya lama, jadi tidurnya di atas rakit,” pungkasnya. (jum/nur)
Editor : Radar Digital