Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Kondisi Banjir di Tempurejo Jember Makin Berbahaya, KK Terdampak Bertambah

Radar Digital • Senin, 2 Desember 2024 | 13:10 WIB

SEMAKIN PARAH: Air masuk ke dalam toko dan kamar  rumah milik Suyati alias Bu Solihin, di Dusun Kraton Gg IV, RT 007 RW 003, Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, pukul 03.30, Minggu (1/12). (JUMAI/RJ)
SEMAKIN PARAH: Air masuk ke dalam toko dan kamar  rumah milik Suyati alias Bu Solihin, di Dusun Kraton Gg IV, RT 007 RW 003, Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, pukul 03.30, Minggu (1/12). (JUMAI/RJ)
 

Banjir susulan yang terjadi kemarin lebih besar dan berbahaya. Selagi musim hujan belum selesai, sepanjang itu pula layak untuk sama-sama waspada.

JUMAI, WONOASRI, Radar Jember

KEWASPADAAN warga dan pemerintah terhadap bencana banjir bandang sungai Curahnongko patut ditingkatkan. Ini karena banjir susulan yang terjadi kemarin (1/12) lebih besar. Seperti yang terjadi di Dusun Curahlele dan di Dusun Kraton, Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo.

Akibat banjir susulan ini, jumlah KK yang terdampak luapan air sungai Curahnongko semakin banyak. Meski begitu, tidak ada laporan adanya korban jiwa. Warga setempat pun cukup sigap, ketika hujan turun, warga tidak tidur karena khawatir banjir besar sewaktu-waktu.

Hujan deras di kawasan ini terjadi sejak Sabtu (30/11) sore hingga Minggu (1/12) dini hari. Air sungai Curahnongko meluap dan menggenangi warga yang rumahnya berada di paling ujung selatan di pinggir kebun. Awalnya rumah yang terdampak di dua RT hanya ada 110 KK, namun kemarin bertambah menjadi 224 KK, di RT 007 dan 008, di RW 003 dan 004, Dusun Kraton, desa setempat.

Ketinggian air yang meluap dari sungai menggenangi halaman rumah dan masuk ke rumah warga. Ketinggian air sekitar satu meter. Ini lebih parah dibanding banjir Jumat (29/11) lalu, karena saat itu yang masuk ke rumah warga antara 10 sampai 20 centimeter.

Seperti di rumah milik Suyati alias ibu Solihin, 59, warga Gg IV, RT 007 RW 003, Desa Wonoasri. Sejak banjir Jumat itu tidak ada luapan air yang masuk di halaman. Kini, sudah masuk kedalam kamar rumahnya. Bahkan di dalam tokonya, terlihat air masuk cukup tinggi. “Di dalam dapur tingginya hingga 1 meter,” kata Suyati.

RUMAH TERDAMPAK BERTAMBAH: Warga keluar dari rumahnya yang kebanjiran akibat luapan sungai Curahnongko, di Dusun Kraton, Desa Wonoasri, Tempurejo Minggu (1/12). (JUMAI/RJ)
RUMAH TERDAMPAK BERTAMBAH: Warga keluar dari rumahnya yang kebanjiran akibat luapan sungai Curahnongko, di Dusun Kraton, Desa Wonoasri, Tempurejo Minggu (1/12). (JUMAI/RJ)

Dikatakan, air sungai yang meluap mulai terjadi pada pukul 03.30, Minggu (1/12). “Sejak hujan semalam, sudah tidak tidur karena takut air datang tiba-tiba. Ternyata benar, luapan sungai Curahnongko naik di teras pukul 03.30,” katanya.

Saat subuh, air mulai masuk ke dalam kamar dan menggenangi dapur rumahnya. Barang barang yang ada di dalam toko hanya sebagian saja yang diamankan, seperti beras dan barang yang rawan rusak. “Banjir yang terparah sekarang ini, sekitar 4 tahun lalu ada banjir, tetapi tidak sampai masuk ke toko dan kamar,” jelasnya. Dikatakan, curah hujan kemarin lebih besar.

Senada juga disampaikan anggota Linmas Desa Wonoasri Asmawi, 56. Pria ini menyebut air mulai datang sebelum subuh. Banjir sebelumnya, air tidak sampai naik ke teras rumahnya, namun kemarin naik. “Saya hanya menyelamatkan hewan ternak sapi saja ke tempat yang lebih aman,” ucap pria yang memiliki 4 ekor sapi tersebut.

Menurutnya, jika hujan dan banjir lagi, terpaksa orang tua akan diamankan ke rumah keluarga yang lebih aman. “Untuk sementara memang tidak dievakuasi, hanya hewan ternak saja saya amankan. Saya sudah menyiapkan jukung dari plat untuk mengevakuasi keluarga,” katanya.

Sementara itu, Jamin, 50, warga setempat juga mengaku sempat menyelamatkan dua ekor sapi jenis limosin ke tempat yang aman. Ini karena kandangnya terendam banjir. “Ternak sapi dulu saya amankan, keluarga kalau sudah air masuk ke dalam rumah,” ucapnya.

Kepala Desa Wonoasri, Miseran mengatakan banjir susulan ini terjadi karena hujan sangat deras sejak Sabtu (30/11) hingga Minggu. Hujan baru reda pada Minggu (1/12) pagi. “Tetapi air sungai besar mulai meluap ke pemukiman rumah warga paling selatan sejak pukul 23.30. Hujan besar, air semakin besar dan menggenangi rumah warga 224 KK, di dua RW,” jelasnya.

Dikatakan, demi keamanan dan keselamatan seluruh warga, rumah-rumah yang kemasukan air, warganya dievakuasi ke aula kantor Balai Desa Wonoasri. “Terutama warga yang sudah lansia dan ibu yang mempunyai anak kecil. Di kantor balai desa awalnya ada 14 orang, tetapi 4 orang lainnya sudah ikut keluarganya yang lebih aman. Sebagian tidak mau dievakuasi karena masih banyak barang-barang di rumahnya termasuk hewan ternak yang perlu diselamatkan,” pungkasnya. (jum/nur)

Editor : Radar Digital
#Jember #Banjir