Hujan Lebat, Jalan Bandealit Ambles
Waspada Kemungkinan Bencana Susulan
Tak ada yang menyangka jalan mulus menuju Bandealit yang baru dibangun itu akan ambles. Musibah ini pun mengingatkan agar semua tetap waspada, karena musim hujan belum usai.
JUMAI, TEMPUREJO, Radar Jember
MUSIBAH banjir bandang dari Sungai Curahnongko, di Kecamatan Tempurejo, patut menjadi perhatian bersama. Apalagi, banjir ini membuat jalan mulus menuju Bandealit yang baru selesai dibangun ambles. Dampak hujan besar juga membuat ratusan rumah warga terdampak (baca berita Ratusan Rumah di Tiga Desa Terendam).
Hujan deras yang terjadi membuat kerusakan jalan Bandealit cukup parah. Hal itu karena tanah di bawah jalan ambles. Satu-satunya jalan menuju kawasan wisata Pantai Bandealit, Dusun Bandealit, Desa Andongrejo, Kecamatan Tempurejo, itu pun hancur. Kini, tidak bisa lagi dilewati kendaraan roda 4 atau lebih, karena jalan ambles posisinya di tengah-tengah jalan dan cukup panjang.
Wartawan Jawa Pos Radar Jember pun sampai ke jalan ambles itu, kemarin. Sekilas, kerusakan jalan cukup parah. Jalan aspal yang rusak tidak hanya di satu titik. Panjang kerusakan sekitar 300 meter dan rata-rata kerusakannya karena ambles. Sementara, kedalaman jalan ambles sekitar 30 sampai 40 sentimeter.
Jalan aspal ambles ini terjadi karena hujan deras mengguyur kawasan setempat. Air hujan menggerus bagian dalam hingga mengakibatkan jalan ambles. Praktis, jalan yang menuju Pantai Bandealit itu sulit dilewati.
Bahkan, apabila ada kendaraan roda 4 atau lebih memaksa melintas, sejak jalan ambles, maka bisa jadi ban kendaraan akan terperosok. Apalagi, kondisi tanah juga cukup gembur karena hujan. Untuk itu, warga atau siapa pun yang akan melintasi jalur itu, sebaiknya tidak membawa mobil, pikap, atau truk.
Dandim 0824 Jember Letkol Arm Indra Andriansyah bersama Muspika Tempurejo langsung turun ke lokasi, kemarin. Sebelumnya, Dandim bersama Muspika dan BPBD Jember juga sempat turun ke lokasi banjir di Dusun Kraton, Desa Wonoasri.
Menurutnya, curah hujan tinggi menjadi salah satu penyebab jalan menuju Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) itu ambles.
Saat meninjau langsung ke lokasi, panjang kerusakan jalan diperkirakan 300 meter.
"Kemungkinan karena curah hujan yang cukup tinggi. Kemudian, adanya tali air yang berada di bawah air sehingga lapisan tanah yang ada di bawah tergerus. Material-material jalan lainnya terbawa dan menyebabkan jalan itu ambles," paparnya.
Dikatakan, jalan yang baru diaspal itu satu-satunya akses jalur darat menuju Bandealit. Meski masih bisa dilewati oleh pejalan kaki maupun kendaraan roda dua, untuk sementara jalan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. Dia mengimbau pengguna jalan tetap waspada karena ada sejumlah titik tanah yang longsor hingga pohon tumbang.
"Meski sudah diatasi, tapi harus tetap waspada. Takutnya nanti ada pohon tumbang atau longsor kembali," pesannya.
Di lokasi yang sama, Kapolsek Tempurejo AKP Heri Supadmo mengatakan, warga Bandealit yang hendak ke Wonoasri atau Ambulu dengan kendaraan roda dua harus lebih hati-hati. Sebab, aspal yang ambles itu semua di bahu jalan. “Apalagi jalan yang ambles itu sangat dalam. Kalau malam jangan dulu melintas, karena sangat berbahaya,” tegasnya.
Sementara itu, Saeni, 35, warga Dusun Bandealit, mengaku prihatin karena jalan yang sudah bagus dihantam bencana. “Eman-eman, Pak, jalannya sudah enak dan pengendara motor sudah nyaman. Malah kena bencana hujan deras. Padahal dengan diaspalnya jalan ini, kawasan TNMB sudah ramai,” katanya.
Sementara itu, Riyadi, Sekretaris Desa (sekdes) Andongrejo, mengatakan, lokasi jalan aspal yang ambles ini di sekitar air terjun Krecek atau sekitar bunga faflesia.
“Hujan memang cukup lama dan deras. Jalan aspalnya ambles di beberapa titik dan ada tebing jalan yang longsor,” ucapnya.
Warga pun berharap agar jalan itu segera diperbaiki. Kini warga diminta agar tidak memaksa lewat dengan kendaraan roda empat atau lebih. Warga juga diminta ekstra hati-hari, mengingat musim hujan belum selesai. (c2/nur)
TENTANG JALAN AMBLES:
1. Hujan lebat terjadi cukup lama, sejak siang hingga malam.
2. Lamanya hujan membuat tanah di kawasan itu gembur.
3. Jalan aspal ambles, karena tanah di bawahnya gembur.
4. Panjangnya jalan yang ambles sekitar 300 meter.
5. Kedalaman jalan ambles antara 30 sampai 40 cm.
6. Warga Bandealit atau warga dari luar Bandealit diimbau tidak melintasi jalan tersebut dengan kendaraan roda empat atau lebih.
7. Butuh waktu untuk perbaikan jalan yang baru dibangun itu.
SUMBER: Pantauan langsung di Lokasi dan Diolah dari berbagai sumber.