Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

TPS di Jember Ini Hidupkan Suasana Tempo Dulu, Pakai Pakaian Adat

Radar Digital • Kamis, 28 November 2024 | 16:09 WIB
SAMBUT MERIAH : Suasana TPS 6 Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates pada momentum Pilkada 2024, kemarin (27/11)
SAMBUT MERIAH : Suasana TPS 6 Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates pada momentum Pilkada 2024, kemarin (27/11)

MANGLI, Radar Jember - Salah satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates menyajikan penampilan berbeda. Para pemilih disuguhkan dengan nuansa tempo dulu, mulai dari pakaian adat Madura - Bali yang dikenakan, hingga ruang bilik pemilihan dan hidangan camilan pun ala tradisional.

Saat memasuki TPS tersebut, warga disambut oleh petugas yang mengenakan pakaian adat Madura tradisional, seperti kebaya Madura bagi perempuan, serta pakaian blangkon yang dikombinasikan dengan pakaian sakera untuk pria. Pakaian tersebut memberikan nuansa yang kental dengan sejarah dan tradisi Madura, menciptakan atmosfer yang memukau dan berbeda dari TPS pada umumnya.

Dekorasi di sekitar TPS juga tidak kalah menarik. Dinding-dinding TPS dihiasi dengan ornamen-ornamen khas Madura, seperti lukisan-lukisan tradisional dan ukiran kayu yang menggambarkan kehidupan sehari-hari masyarakat Madura. Tidak hanya itu, di sudut lain terdapat tanean lanjhang (pekarangan rumah khas Madura) mini yang memperkaya nuansa budaya setempat.

Ketua KPPS TPS 6 Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, Abied Adzim Mauludi mengatakan, inisiatif ini muncul sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi budaya Madura dan Bali. Dua budaya ini memang mendominasi di warga setempat.

Selain itu, dalam menciptakan nuansa tempo dulu ini ditujukan untuk meningkatkan gairah warga datang ke TPS. Serta menciptakan suasana yang lebih hangat dan menyenangkan bagi warga yang datang. "Kami ingin agar pilkada kali ini bukan hanya soal memilih, tetapi juga merayakan kebudayaan yang kita banggakan," ujarnya.

Selaian suasana dan pakaian yang dikenakan, warga yang datang juga disuguhkan dengan camilan tradisional yang sudah disediakan di ruang tunggu, seperti kacang rebus, singkong dan pisang rebus. “Sembari menunggu panggilan, warga bisa bercengkrama untuk menghidupkan ajang silaturahmi dengan suguhan camilan-camilan tradisional,” tuturnya.

Tentu, konsep ala tempo dulu ini diharapkan dapat mengulas kenangan yang mungkin sulit untuk ditemui saat ini. Seperti pakaian yang dulunya sudah biasa dikenakan dalam aktivitas sehari-hari, namun saat ini hanya menjadi pakaian momentuman saja. (dhi/bud)

 

Editor : Radar Digital
#tps unik #Jember