Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Belasan Satwa Langka Juga Terdeteksi di Taman Nasional Meru Betiri Jember, Ada Satwa Apa Saja?

Radar Digital • Kamis, 7 November 2024 | 21:10 WIB

LANGKA: Pemantauan aktivitas anjing ajak di Lanskap TN Meru Betiri melalui video trap yang dilakukan oleh Yayasan Sintas Indonesia, Ditjen KSDAE, SDZWA, dan TN Meru Betiri.
LANGKA: Pemantauan aktivitas anjing ajak di Lanskap TN Meru Betiri melalui video trap yang dilakukan oleh Yayasan Sintas Indonesia, Ditjen KSDAE, SDZWA, dan TN Meru Betiri.
 

KALIWATES, Radar Jember – Hasil ekpose survei aktivitas di Lanskap Ijen–Raung dan Penyangga TN Meru Betiri, sejak 2022 hingga 2024, juga ditemukan sejumlah spesies yang terpantau camera trap. Hasilnya, terdapat sekitar 57 persen mamalia, 23 persen aves, dan dua persen reptil.

Dalam forum rilis hasil ekpose Survei Macan Tutul Jawa dan Satwa Mangsanya, pada Selasa (5/11), Program Officer Sintas Indonesia Elisabeth Supi mengatakan, ditemukan juga aktivitas beberapa spesies. Di antaranya 32 mamalia, 23 aves, dan satu reptil.

Adapun sejumlah satwa yang ditemukan, seperti kijang muncak, babi hutan, kancil, monyet ekor panjang, trenggiling peusing, banteng, anjing ajak, lutung budeng, merak hijau, julang emas, monyet ekor panjang, binturong, puyuh gonggong, delimukan zamrud, serta ayam hutan merah. 

Menurutnya, dari sejumlah spesies itu dapat diindetivikasikan status perlindungan dan konservasinya, yaitu 14 satwa dilindungi, enam hewan terancam punah, lima satwa berstatus vulnerable dan satu satwa berstatus critically endangered seperti macan tutul.

Dikatakan, dalam rekaman camera trap itu juga ditemukan aktivitas pemburuan yang tentunya cukup mengancam keberlangsungan hidup satwa. Baik yang dilindungi maupun satwa yang sudah terancam punah. “Bahkan kami juga menemukan hewan yang menjadi korban buruan,” jelasnya.

Elisabeth Supi menjelaskan, perburuan dan pembalakan perlu mendapatkan perhatian khusus dari para pemangku kepentingan. Serta untuk mengetahui titik-titik rawan ancaman agar tindakan perlindungan bisa berjalan lebih efektif dan efisien. “Kami menyarankan untuk melakukan kegiatan patroli dan sapu jerat, baik di dalam maupun di luar kawasan taman nasional untuk menghilangkan efek negatif ancaman terhadap satwa,” pungkasnya. (dhi/c2/nur)

Editor : Radar Digital
#Jember #meru betiri #Taman Nasional Meru Betiri