Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Lika-liku Kisah Barberman Asal Jember Ini, Dari Salon Hingga Berhasil Buka Cabang Barbershop

Radar Digital • Kamis, 7 November 2024 | 20:52 WIB
PUNYA SKILL: Mahfud Fendi saat memangkas rambut pelanggannya. Berawal dari belajar di salon. Sekarang sudah miliki tiga cabang Barbershop di Jember.(VINGKY SETIAWAN/ RADAR JEMBER)
PUNYA SKILL: Mahfud Fendi saat memangkas rambut pelanggannya. Berawal dari belajar di salon. Sekarang sudah miliki tiga cabang Barbershop di Jember.(VINGKY SETIAWAN/ RADAR JEMBER)

Bagi Mahfud Efendi, urusan cukur mencukur rambut pria sudah jadi makanan sehari-hari. Barberman asli Jember ini sudah memiliki beberapa cabang Barbershop, bahkan banyak juga mantan karyawannya yang sudah membuka barbershop baru. Seperti apa kisahnya?

MUHAMMAD VINGKY SETIAWAN, Sumbersari, Radar Jember

Tangannya yang cekatan dan tatapan matanya fokus akan pangkasan rambut sang customer, membuat Fendi dengan gesit mencukur pelanggannya.

Pria yang akrab disapa Mahfud Fendi ialah seorang owner Barbershop Sadimo yang sudah berdiri sejak 2012 di Jember. Pelayanan prima kepada pelanggan memperlihatkan bahwa Fendi sudah terjun di dunia potong rambut cukup lama.

Fendi, salah satu barberman asli Jember yang cukup lama memiliki Barbershop. Yakni Barbershop Sadimo.

Bahkan, pria berusia 33 tahun ini sekarang memiliki tiga cabang Barbershop yang tersebar di wilayah Jember kota.

Pengalamannya dalam memotong rambut sudah tidak diragukan lagi. 12 tahun menggeluti dunia Barbershop membuahkan hasil. Meskipun begitu, cerita lika-likunya di dunia profesi potong rambut, sudah dijalani Fendi.

Perjalanan menjadi seorang Barbermen dalam dunia potong rambut modern  tidak semata-mata didapatkan secara instan. Setelah lulus dari SMA ia memutuskan untuk merantau ke berbagai kota, salah satunya Bali.

Selama dua tahun bekerja di Bali, ia menemukan passion yang dirasa cocok untuk ditekuni lebih dalam yakni belajar memotong rambut.

Setelah pulang dari Bali, ia pun mulai mempelajari cara memotong rambut di Jember. Fendi belajar di salah satu salon potong rambut dan fokus menekuni cara memotong rambut khusus untuk pria. Satu tahun bekerja, ia memutuskan untuk keluar dan mendirikan Barbershopnya sendiri yang bernama Sadimo.

“Jadi saat di Bali kan sudah mau balik ke kampung halaman, sempat bingung mau bawa keahlian apa kalau sudah balik. Sebelumnya saya merantau ke Jakarta dan Bandung, setelah itu ke Bali. Saat di Bali itu sempat melihat potong rambut “maduratna” yang terkenal potong rambut Madura, terus kok enak ngelihatnya, jadi memutuskan untuk belajar potong rambut,” kata Mahfud Efendi, Owner Barbershop Sadimo Jember.

“Selain itu ya, lihat banyak teman-teman se daerah di perantauan yang mau potong rambut, tiba-tiba ada ide biar saya saja yang potong,” tambah Fendi.

Karirnya mulai diukir di dalam dunia potong rambut. Beberapa tahun menekuni dunia Barbershop membuat passion memotong rambut menjadi pekerjaan utama Fendi.

Berbagai teknik dalam memotong rambut ia pelajari sejak 2012 hingga sekarang. Tak hanya itu, ia juga tidak pelit untuk membagikan ilmunya kepada karyawan yang ikut bekerja di Sadimo.

Bagi dia, keluar masuk karyawan sekaligus mendapat ilmu cukur, menjadi hal biasa. Dia menganggapny hall umrah tersebut. Bahkan, dirinya merasa senang, bila mantan karyawannya sudah memiliki skill dan membuka Barbershop sendiri.

Fendi menyebut, hal itu juga bisa menambah lapangan pekerjaan bagi orang lain.

“Banyak sih dari yang kerja di sini setelah bisa mereka keluar dan buat Barber juga. Ya mau gimana lagi, harus ikhlas. Toh kita juga harus percaya kalau rezeki sudah di atur sama Tuhan,” tambahnya. (bud)

Editor : Radar Digital
#Jember #barberman #barbershop