Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Yayasan Sintas Indonesia bersama Taman Nasional (TN) Meru Betiri di Jember Rilis Hasil Ekpose Survei Macan Tutul, BEGINI HASILNYA

Radar Digital • Rabu, 6 November 2024 | 12:55 WIB

 

 

Photo
Photo

 

KALIWATES, Radar Jember - Yayasan Sintas Indonesia bersama Taman Nasional (TN) Meru Betiri merilis hasil ekpose Survei Macan Tutul Jawa dan Satwa Mangsanya, di Lanskap Ijen–Raung dan Penyangga TN Meru Betiri, kemarin (5/11). Hasilnya, ada sekitar 14 sampai 33 macan tutul yang terpantau camera trap.

Program Manager Yayasan Sintas Indonesia Nela Resta menjelaskan, lembaganya telah melakukan monitoring populasi macan tutul dan satwa mangsa menggunakan camera atau video trap, di Lanskap Ijen-Raung pada Oktober 2022 hingga Februari 2023. Ini juga dilakukan serupa di lanskap buffer zona bagian timur TN Meru Betiri pada Juli 2023 sampai Februari 2024.

Disebutnya, deteksi macan tutul Jawa 2022/2023 di zona Ijen–Raung, estimasi kelimpahan sementara sekitar 10 hingga 21 individu. Sedangkan di zona penyangga TN Meru Betiri pada 2023/2024, estimasi kelimpahan sementara sekitar 4 hingga 12 Individu (selengkapnya baca grafis).

Sementara itu, di TN Meru Betiri, ditemukan ada macan tutul Jawa yang terpantau sehat sejak pertama kali terekam. Namun, ada juga macan tutul Jawa yang kakinya terluka atau cacat. Dalam rilis itu diharapkan keberadaan macan tutul Jawa dijaga dan dilestarikan.

Secara teknis, kamera pengintai tersebut dipasang pada ketinggian 30-50 sentimeter dari atas permukaan tanah sesuai dengan kondisi lingkungan sekitar. Selain itu, pemasangan camera trap tidak menghadap arah matahari, baik barat maupun timur, untuk menghindari backlight.

Posisi kamera pun tidak dipasang berhadapan untuk mengurangi hasil blitz pada malam hari. Namun, tetap memiliki satu titik yang sama. “Posisi kamera cukup berperan penting untuk dapat mengetahui kehidupan di TN Meru Betiri secara detail, dan bisa terdeteksi individu,” jelasnya.

Rilis ini kemarin juga disaksikan sejumlah pemangku kebijakan seperti instansi terkait dan civitas academica. Selain itu, ada sejumlah temuan dalam ekspose menggunakan camera trap tersebut. (dhi/c2/nur)

ZONA 1: Ijen – Raung:

Deteksi Macan Tutul Jawa (2022/2023)

Stasiun camera trap      : 35

Foto dan video                 : 311

Hari aktif kamera            : 2.731

Estimasi Kepadatan Sementara (/100 km²): 1,6 Individu

Estimasi Kelimpahan Sementara             : 10-21 Individu

 

ZONA 2: Penyangga TN Meru Betiri:

Deteksi Macan Tutul Jawa (2023/2024)

Stasiun camera trap      : 35

Foto dan video         : 352

Hari Aktif Kamera           : 7.358

Estimasi Kepadatan Sementara (/100 km²): 1,8 Individu

Estimasi Kelimpahan Sementara             : 4 - 12 Individu

Editor : Radar Digital
#Jember #macan tutul #meru betiri