Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

TEGA! Seorang Anak di Jember Tega Habisi Sang Ayah Kandungnya Sendiri, Begini Kronologinya

Radar Digital • Senin, 4 November 2024 | 16:08 WIB
DIEVAKUASI: Jasad Sutali, 60 warga Jalan Koptu Berlian, Lingkungan Jambuan, Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari yang mengalami luka tusuk saat dilakukan evakuasi Sabtu (2/11/2024) malam. (Jumai)
DIEVAKUASI: Jasad Sutali, 60 warga Jalan Koptu Berlian, Lingkungan Jambuan, Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari yang mengalami luka tusuk saat dilakukan evakuasi Sabtu (2/11/2024) malam. (Jumai)

TEGA! Seorang Anak di Jember Tega Habisi Sang Ayah Kandungnya Sendiri, Begini Kronologinya

JEMBER, RADARJEMBER.ID - Sutali, 60, warga Jalan Koptu Berlian, Lingkungan Jambuan, Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Jember ditemukan meninggal dirumahnya. Korban yang menempati ruko lantai 3 di Perumahan Baitul Jannati Residence ditemukan meninggal dengan beberapa luka pada bagian tubuhnya pada Sabtu (02/11/2024) pukul 19.30.

Saat ditemukan, korban dalam posisi terlentang diatas lincak (tempat tidur dari bambu) dikamar di ruko yang belum jadi tersebut.

Korban sudah meninggal dengan beberapa luka tusukan pada bagian tubuhnya. Rumah korban langsung dipenuh warga sekitar dan pengguna jalan lainnya. Bahkan halaman rumah korban dan jalan dipenuhi dengan kendaraan sepeda motor yang ingin melihat dari dekat.

Tempat kejadian perkara (tkp) berada dipintu masuk menuju perumahan tersebut tepatnya di Jalan Koptu Berlian.

Ruko tiga lantai yang belum jadi itu memang tempat tinggal korban bersama Yanah, 50, (istrinya, red).

Korban malam itu bersama Yanah, 50, istrinya dirumah tersebut karena baru saja pulang shalat berjamaah tiba-tiba datang Sutikno, (ST), 39, anak korban warga Jalan Kaliurang, Kelurahan Tegalgede, Kecamatan Sumbersari, Jember. Kedatangan Sutikno itu juga ditemani dua orang temannya.

Kedatangan ST untuk menanyakan sertifikat tanah sawah milik korban. Entah apa yang menjadi pelaku marah hingga terjadi cekcok mulut. Pelaku yang masih anak kandungnya kandungnya sendiri itu langsung membabi buta menusukkan senjata tajam kepada tubuh korban. Melihat korban ditusuk,  Yanah, 50 istri langsung keluar untuk menyelamatkan diri dengan berlari sambil berteriak minta tolong kepada tetangga.

Teriakan istri korban membuat warga yang tidak jauh dari lokasi langsung datang kerumah korban. Termasuk pak RT setempat juga datang ke rumah korban. Namun, saat warga datang korban sudah ditemukan bersimbah darah diatas lincak (tempat tidur dari bambu). Sumber Jawa Pos Radar Jember, bahwa kedatangan anak korban itu untuk meminta sertifikat tanah sawahnya kepada korban.

Namun, permintaan pelaku itu ditolak oleh korban. Sehingga membuat pelaku (ST-red) marah dan langsung menusukkan sajam kepada tubuh ayahnya (korban). Korban meninggal setelah mendapat beberapa tusukan senjata tajam yang dilakukan Sutikno, ST, 39. Yang lebih keji lagi, korban yang merupakan ayah kandungnya sendiri itu dihabisi didepan ibu tirinya.

Kasatrerskrim Polres Jember AKP Abid Uwais Al Qarni Aziz mengatakan, korban ditemukan meninggal didalam ruko tempat korban tinggal bersama istrinya. Namun sejauh ini Kasat belum bisa memastikan peristiwa hingga mengakibatkan korban dibunuh ini terkait motif apa. Korban meninggal akibat mengalami luka pada bagian tubuhnya hingga mengakibatkan meninggal.

"Awalnya tetangga korban mendengar suara teriakan orang minta tolong (istrinya). Setelah warga bersama pak RT setempat datang kerumah korban , ternyata korban sudah meninggal. Kejadian pembunuhan tersebut oleh perangkat kelurahan dilaporkan ke piket Polsek setempat serta dilanjut laporannya ke Reskrim Polres," kata Abid.

Masih menurut Abid, karena meninggalnya korban ini penuh dengan luka tusukan pihaknya bersama tim Inafis melakukan olah tempat kejadian perkara (tkp) dirumah korban. Saat itu korban meninggal di ruang sebelah barat di ruko tempat tinggal korban bersama istrinya. Setelah selesai melakukan olah tkp, jasad korban lansung kita bawa ke kamar mayat RSD dr Soebandi.

Sejauh ini pihaknya belum berani menyimpulkan motifnya apa. Setelah kita datangi dan melakukan olah TKP dengan koordinasi dengan tim Iannafis Polres Jember. "Kasus ini masih membutuhkan proses, tetapi dari lokasi sudah kita amankan beberapa barang bukti dari rumah korban," pungkasnya.(jum/bud)

Editor : Radar Digital
#Jember #anak kandung #Pembunuhan #Viral