AMBULU, Radar Jember – Kondisi Dam Renes di Dusun Krajan, Desa Ambulu, Kecamatan Ambulu, sepertinya perlu perhatian serius. Sebab, banyak waled atau endapan lumpur yang mengeras. Jika tidak segera dilakukan normalisasi, bisa saja menjadi salah satu penyebab banjir.
Bahkan, di lokasi tersebut kondisi waled sudah mengeras. Di lokasi juga tumbuh rerumputan dan sejumlah pohon pisang. Tak hanya itu, kondisi daerah aliran sungai (DAS) setempat juga dangkal dan menyempit.
Sejak musim hujan, warga yang tinggal di sekitar sungai mulai ketar-ketir, karena sungai tersebut terjadi pendangkalan. Pantauan Jawa Pos Radar Jember, pada endapan lumpur itu, warga juga ada yang sengaja menanam rumput untuk pakan ternak.
Yanik, warga setempat, menyebut, Dam Renes pernah dilakukan normalisasi pada tahun 2017. Kini, kondisi sungai mulai dangkal lagi dan perlu dilakukan pengerukan kembali. “Bukan hanya di bagian hulu dam yang dangkal, tetapi di bagian hilir juga dangkal,” jelasnya.
Dari jembatan terlihat tumpukan waled yang mengeras, tumpukan sampah, dan bisa dilihat tumbuhnya sejumlah tanaman pisang. Saat musim hujan, dam tersebut kerap meluap dan membuat permukiman warga terendam banjir. Kekhawatiran warga itu karena sebagian waled yang mengeras ditanami rumput untuk pakan ternak. Selain itu, warga khawatir karena sungai semakin sempit. “Sekarang dam itu malah jadi tempat buang sampah rumah tangga dan kotoran sapi,” ucapnya.
Di lokasi juga terlihat ada tanaman bambu. Akibatnya, ketika terjadi hujan deras, sampah menumpuk di bagian hulu dan hilir dam. Pintu air yang ada di dam bahkan tidak berfungsi. “Ketika terjadi banjir, air sungai bisa naik dan masuk ke rumah-rumah warga hingga setinggi satu meter. Di sini, halaman rumah warga lebih rendah dari plengsengan tersebut,” ucapnya.
Dikatakan, di sisi timur dam itu pernah ada enam rumah warga yang tergenang akibat luapan dari Dam Renes. “Sekarang ini sudah mulai ada hujan. Biasanya di Ambulu gak hujan. Kalau hujan deras bisa jadi menyebabkan banjir luapan air sungai,” katanya.
Meluapnya air sungai itu ditengarai akibat pendangkalan di Dam Renes. Ketika terjadi genangan saat banjir, warga setempat memasang bata merah yang dicor semen. Ini digunakan sebagai pembatas agar air tak masuk ke dalam rumah warga. “Rata-rata permukiman rumah warga di sekitar dam itu lebih rendah,” kata Budi.
Warga berharap dinas terkait melakukan normalisasi. Khususnya di sekitar Dam Renes. Hal itu agar air tidak terus meluap hingga merugikan masyarakat sekitar. “Warga berharap, selain ada pengerukan, plengsengan sungai juga ditinggikan,” jelasnya.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember, di lokasi itu ada lima pintu air berukuran besar yang tertutup lumpur dan sudah lama tak dikeruk. Selain itu, ada tiga pintu besi yang sudah tidak berfungsi. Air sungai saat ini hanya lewat pintu air di bagian tengah. Lantaran sungai mulai menyempit, dan kanan kirinya banyak tanaman pohon pisang. (jum/c2/nur)
Editor : Radar Digital