Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

TERNYATA! Warga Klaim Kasus Kehilangan Uang Sudah Setahun, Isu Tuyul Desa di Jember Ini Terkuak

Radar Digital • Jumat, 1 November 2024 | 00:18 WIB

Suroso, Ketua RT 2 Dusun Ampo, Desa Dukuh Mencek, Sukorambi (Gentry Awali Rahma/RADAR JEMBER)
Suroso, Ketua RT 2 Dusun Ampo, Desa Dukuh Mencek, Sukorambi (Gentry Awali Rahma/RADAR JEMBER)
 

SUKORAMBI, RADAR JEMBER – Senin (28/10/24) lalu, warga RT 2/RW 15, Dusun Ampo, Desa Dukuh Mencek, Kecamatan Sukorambi, memasang spanduk bertuliskan “Anda memasuki daerah rawan tuyul, hati-hati dengan uang Anda," lengkap dengan gambar ilustrasi yang menunjukkan sosok tuyul sedang mengambil uang. Spanduk tersebut digantung di atas jalan di permukiman warga.

Suroso, Ketua RT 2 Dusun Ampo, Desa Dukuh Mencek, mengatakan bahwa ide pemasangan spanduk tersebut mulanya diinisiasi oleh para pemuda RT setempat. Banner peringatan tersebut dipasang sebagai ungkapan kekesalan warga, akibat sering mengalami kehilangan uang.

“Awalnya banner itu dipasang inisiatifnya dari para pemuda. Mewakili warga dusun,” terang Suroso, saat ditemui di kediamannya.

Langkah tersebut diambil akibat semenjak seminggu terakhir, intensitas kehilangan uang yang dialami warga semakin meningkat.

Dikonfirmasi oleh Suroso, kasus kehilangan uang semacam ini telah dialami warga selama sekitar satu tahun. Suroso menyadari bahwa kejadian yang dialami warga RT 2 Dusun Ampo tersebut tidak memiliki bukti yang kuat untuk dilaporkan kepada pihak berwajib.

“Sudah setahun terakhir ini. Selama ini warga masih diam-diam saja. Namun, seminggu terakhir terlalu banyak kasus, jadi pemuda memutuskan membuat spanduk,” ungkapnya.

“Kalau ingin dilaporkan secara resmi tidak bisa. Tidak ada bukti siapa yang mengambil,” lanjutnya.

Suroso mengakui bahwa dirinya juga merupakan salah satu korban. Kehilangan uang yang dialami Suroso dan beberapa warga lainnya terjadi lebih dari satu kali.

Berdasarkan laporan warga kepadanya, sekitar 50 persen warga RT 2 pernah mengalami kejadian serupa. Nominal uang yang sering hilang berupa lembaran 50 ribu dan 100 ribu.

“Saya sendiri sudah kehilangan uang sebanyak tiga kali. Keluarga yang lain tidak tahu saya menyimpan uang di mana. Tiba-tiba hilang ketika akan dipakai,” ucap Suroso.

“Biasanya yang hilang itu uang pecahan 50 ribu atau 100 ribu. Misalnya uang satu juta, yang diambil hanya satu atau dua lembar, tidak diambil semua. Jadi kami simpulkan ini pekerjaan tuyul,” tambahnya.

Pemasangan spanduk tersebut bertahan hingga Rabu (30/10/24). Hal tersebut merupakan akibat foto spanduk beredar di media sosial dan menjadi viral.

Penurunan spanduk tersebut dikawal oleh Kapolsek, Camat, dan perangkat desa setempat untuk meredam keresahan. Bagi Suroso, penurunan spanduk tersebut tidak berdampak apa-apa bagi warga.

“Tidak ada pengaruh untuk kami. Kami awalnya hanya ingin meluapkan kekesalan. Memasang spanduk semacam itu juga bukan tindakan kriminal. Kami tidak bermaksud menuduh satu orang tertentu,” jelas Suroso.

Menindaklanjuti keresahan yang dialami warga, Suroso menjelaskan bahwa tidak ada solusi khusus yang ditawarkan oleh perangkat desa maupun pihak berwenang.

“Kalau solusi khusus tidak ada, hanya himbauan supaya lebih berhati-hati dalam menyimpan uang. Itu saja,” pungkasnya.

 

wartawan : Gentry

redaktur : M. Ainul Budi

Editor : Radar Digital
#Jember