Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Update Pilkada Jember, Hendy Pamerkan JPK, Fawait Janjikan UHC

Radar Digital • Selasa, 29 Oktober 2024 | 23:38 WIB
ADU GAGASAN: Cabup/cawabup nomor 1 Hendy Siswanto dan Muh. Balya Firjaun Barlaman seusai debat perdana dengan cabup-cawabup nomor 2 Muhammad Fawait dan Djoko Susanto, di New Sari Utama Convention Hall
ADU GAGASAN: Cabup/cawabup nomor 1 Hendy Siswanto dan Muh. Balya Firjaun Barlaman seusai debat perdana dengan cabup-cawabup nomor 2 Muhammad Fawait dan Djoko Susanto, di New Sari Utama Convention Hall

KALIWATES, Radar Jember - Suara sorak-sorai dari masing-masing pendukung paslon malam itu memenuhi seluruh seisi ruangan di arena debat. Teriakan 01, ataupun 02, juga saling sahut sahutan. Kemeriahan itu tersaji saat gelaran debat publik pertama, pemilihan bupati dan wakil bupati Kabupaten Jember tahun 2024, yang berlangsung di New Sari Utama Convention Hall, Kecamatan Kaliwates, Jember, pada Sabtu malam (26/10).

Pada debat pertama ini, KPU menetapkan tema yang disusun oleh tim perumus yakni "Penguatan pembangunan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat Kabupaten Jember". Masing-masing kubu begitu antusias mengikuti debat perdana ini. Kubu petahana, paslon 01, Hendy Siswanto - Balya Firjaun Barlaman, maupun kubu penantang, paslon 02, Muhammad Fawait - Djoko Susanto.

Mereka datang genap membawakan 50 pendukungnya yang memadati sekitar arena debat kandidat. Dengan kawalan penuh dari sejumlah personil pengamanan. Tidak hanya pamer visi-misi, para kandidat paslon juga saling melempar pertanyaan, jawaban sesuai tema debat, ataupun sindiran. Bahkan, nama presiden Prabowo Subianto juga kerapkali disebut-sebut dalam materi debat. Tak hanya oleh kubu penantang 02, namun juga kubu petahana, 01.

Kubu petahana dalam kesempatan memberikan keterangan pers pertama, seusai debat malam itu, menegaskan salah satu komitmennya terkait urusan layanan dasar yang dianggapnya juga harus menyiapkan ketahanan pangan. Petahana mengaku mensupport penuh program makan siang gratis besutan Presiden RI, Prabowo Subianto.

"Pembangunan kita juga harus linier, dari tadi disampaikan Pak Prabowo, beliau presiden saya juga, saya cinta kepada pak Prabowo, program beliau tentang makan gratis itu dahsyat, itu bagian dari pelayanan dasar. Esensinya bukan soal peningkatan gizi saja, tapi nendangnya bagaimana kita menyiapkan ketahanan pangan, maka pangan kita perkuat di situ," urai Hendy.

Terkait gagasannya dalam hal pelayanan dasar di bidang kesehatan, petahana mengandalkan salah satu programnya yakni Jember Pasti Keren (JPK). Ia juga mengakui, program besutannya itu belakangan sempat dikritik, seiring dengan perkembangan dinamika politik Pilkada yang terus dinamis.

"Layanan kesehatan melalui J-Pasti keren (JPK) terus terlayani di semuanya. Makanya kalau Pilkada sekarang ini ada kesana kemari katanya kurang, itu plus minus lah. Tapi yang jelas pelayanan dasar untuk masyarakat Jember tentang kesehatan masih clear sampai sekarang dan itu masih bisa dilayani dengan baik," papar Hendy.

Di kubu penantang, Muhammad Fawait dan Djoko Susanto juga tak kalah menggelegar. Paslon 02 ini mengawali keterangan persnya dengan mengkritisi kebijakan petahana perihal progres penanganan stunting di Jember yang disebutnya melambat.

"Permasalah kesehatan dan stunting, jelas bahwa belanja untuk kesehatan sudah triliunan, tapi kita lihat penurunan stunting masih melambat, AKI dan AKB masih tinggi, belonjone ga tepak iki (belanjanya tidak tepat ini,Red)," kata Fawait, dalam kesempatan mengambil giliran memberikan keterangan pers, seusai debat malam itu.

Fawait menilai, semestinya APBD Jember yang mencapai Rp 4 trilliun lebih ini menghasilkan penanganan ketimpangan sosial yang lebih progresif. Termasuk soal stunting tersebut. "Maka ke depan, kami ingin membuat kebijakan yang out of the box, pelayanan kesehatan tidak cuma di Jember tapi gratis di seluruh rumah sakit pemerintah maupun swasta, dan gratis seluruh Indonesia, sehingga betul-betul UHC berjalan dengan baik," urainya.

Lebih lanjut, soal Universal Health Coverage (UHC) itu, Fawait menilai harusnya dapat dibangun lebih baik di Jember. Ia mengkritisi program besutan petahana, JPK, yang berujung membuat nakes dan faskes milik pemda menjadi kehabisan nafas.

"Kalau sistem UHC berjalan dengan baik, maka pasiennya happy, nakesnya happy, rumah sakitnya hidup. Kalau yang seperti sekarang, saya dapat info, ini rumah sakitnya sudah ngap-ngapan, hutangnya banyak, tidak bisa bayar lagi untuk program yang sekarang berjalan. Nakes Japel-nya terancam tidak bisa terbayar," gerutunya.

Fawait meyakini, UHC itu jika optimal berjalan, dapat berpengaruh signifikan terhadap pelayanan kesehatan. "Kami menawarkan sistem yang lebih luas menggunakan sistem yang lebih baik, kerjasama lewat UHC itu, pasiennya bisa berobat gratis ke seluruh Indonesia, nakesnya bahagia, rumah sakitnya hidup," imbuh Politikus Gerindra ini. (mau)

Editor : Radar Digital
#Jember #Hendy Siswanto