Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Sekolah Diperbaiki, Siswa SD di Jember Ini Terpaksa Belajar di Ruang Tamu Rumah Warga

Radar Digital • Kamis, 24 Oktober 2024 | 01:43 WIB

TETAP GIAT: Sekolah diperbaiki, siswa kelas 6 SDN Banjarsari 04 mengikuti KBM di ruang tamu  rumah warga.(JUMAI/RADAR JEMBER)
TETAP GIAT: Sekolah diperbaiki, siswa kelas 6 SDN Banjarsari 04 mengikuti KBM di ruang tamu  rumah warga.(JUMAI/RADAR JEMBER)
 

BANJARSARI, Radar Jember – Sejumlah ruang kelas dan ruang guru di SDN Banjarsari 04 yang cukup memprihatinkan akhirnya diperbaiki. Selama perbaikan dilakukan, siswa dan guru tetap melangsungkan kegiatan belajar mengajar (KBM). Namun, tempatnya di rumah warga, untuk sementara waktu.

Sekolah yang berlokasi di Dusun Krajan, Desa Banjarsari, Kecamatan Bangsalsari, itu mendapat program perbaikan ringan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Jember. Pengerjaan sudah dilakukan beberapa waktu terakhir dan diharapkan bisa segera selesai.

Kondisi sekolah di pinggiran ini sebelumnya juga membuat sekolah lain iba. Maklum, ada lantai yang belum dikeramik, ada yang dikeramik tapi pecah-pecah. Juga ada ruangan yang belum lengkap dengan plafon atau eternit.

Kepala SDN Banjarsari 04 Dony Eko Nurcahyo menyampaikan, begitu sekolah yang dipimpinnya diperbaiki, KBM siswa dialihkan ke rumah warga untuk sementara waktu. Supaya agar pekerjaan cepat selesai dan nantinya bisa dipakai oleh siswa. “Alhamdulillah, ruang kelas yang rusak mendapat renov dari Dinas Pendidikan Jember,” katanya. Di sekolah ini hanya ada tiga ruang kelas dan satu lagi ruang guru dengan kepala sekolah.

Tiga ruang kelas itu ukurannya juga termasuk kecil, karena jumlah siswanya sedikit. Total 6 kelas. Mulai kelas 1 sampai 6 ada 58 siswa. “Kerusakan pada bagian keramik dan plafon mendapat renov dari Dinas Pendidikan Jember,” imbuhnya.

Sejak sekolah diperbaiki, 58 siswa melaksanakan KBM di rumah-rumah warga. “Siswa tetap masuk seperti biasa. Hanya saja, tempatnya di beberapa rumah warga. Salah satunya menumpang KBM di rumah guru. Kebetulan rumahnya luas dan ada musalanya,” jelasnya.

Siswa dan guru pun tetap terlihat semangat, meski KBM di luar sekolah. Itu juga diakui sebagai refreshing, agar guru dan siswa tidak jenuh. “Biasanya juga belajar di luar agar tidak belajar di dalam ruang kelas terus-menerus,” ucap Dony.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, dari 58 siswa itu ada yang KBM di rumah warga, seperti di musala, di teras dan ruang tamu. Salah satunya di rumah Sutopo, yang juga guru sekolah setempat. Rumah ini ditempati siswa kelas 3 dan 5. Sementara, musala milik Sutopo ditempati siswa kelas 6. “Informasinya, proses perbaikan atau renov ringan itu diperkirakan selesai awal Desember atau paling lambat pertengahan Desember,” kata Sutopo pada jam istirahat.

Sementara itu, saat jam istirahat tersebut, siswa pun bermain bersama di sekitar rumah yang menjadi sekolah sementara tersebut. Siswa mengaku senang bisa KBM di luar kelas. “Bisa refreshing juga, jadi tidak di dalam kelas terus,” kata salah satu siswa. (jum/c2/nur)

Editor : Radar Digital
#Jember