BANJARSARI, Radar Jember - Walaupun sudah mulai turun hujan deras, tidak berpengaruh pada kondisi kekeringan yang terjadi di Dusun Krajan, Desa Banjarsari, Kecamatan Bangsalsari.
Ada sekitar 200 kepala keluarga (KK) di Dusun Krajan, Desa Banjarsari, yang dilanda kekeringan.
Sejak bulan Juni hingga pertengahan Oktober ini, air yang biasa dialirkan ke rumah-rumah warga tersebut sudah mengalir. Meskipun sudah dua hari hujan deras tidak membuat keran yang ada di setiap rumah itu bisa lancar.
Warga yang membutuhkan air untuk minum dan memasak terpaksa harus ke sumber air yang ada di pinggir Sungai Banjarsari. Itu pun mereka harus rela antre pada pagi dan sore hari. Sebab, warga yang membutuhkan air bersih cukup banyak.
"Biasanya yang antre paling banyak itu pagi hari, karena untuk persiapan memasak dan untuk minum. Itu pun warga harus jalan kaki yang sangat jauh dan naik turun lewat pematang sawah," kata Suswati, 55, warga setempat.
Menurut dia, biasanya bila ambil air bersih warga sekaligus mandi dan mencuci pakaian.
"Walaupun sudah dua hari turun hujan cukup deras, ya, tidak berpengaruh. Karena sumber air dari Badean itu juga masih kecil. Orang yang malas pergi ke sumber ambil air bersih biasanya beli air isi ulang,” lanjutnya.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember, sejak warga dilanda kekeringan bulan Juni lalu hingga kini banyak warga yang mengalirkan air bersih menggunakan mesin penyedot air. Terlihat banyak paralon kecil melintas di atas sawah dengan menggunakan mesin penyedot air. (jum/c2/bud)
Editor : Radar Digital