Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Keluarga Alumni Universitas Jember (KAUJE) Siap Gelar Seminar Nasional, Tekan Stunting dengan Beras Fortifikasi

Radar Digital • Senin, 14 Oktober 2024 | 12:20 WIB
PERSIAPAN: Panitia Tegalboto Memanggil 3 melakukan audiensi dengan Rektor Unej Iwan Taruna, Warek 3 Fendy Setyawan, dan kepala LP2M Prof Yuli Witono di Rektorat Unej.
PERSIAPAN: Panitia Tegalboto Memanggil 3 melakukan audiensi dengan Rektor Unej Iwan Taruna, Warek 3 Fendy Setyawan, dan kepala LP2M Prof Yuli Witono di Rektorat Unej.

TEGALBOTO, Radar Jember - Makan tak sekadar kenyang, tapi juga menyehatkan. Setidaknya itulah satu poin penting yang ingin digaungkan dalam sebuah forum akademik yang digagas Keluarga Alumni Universitas Jember (KAUJE) dalam Tegalboto Memanggil (TM 3) pada Rabu (16/10) mendatang.

Seminar Nasional dan Workshop Beras Fortifikasi yang digelar di Gedung Auditorium Universitas Jember (Unej) itu akan mengulas tentang Kebijakan Hilirisasi dan Peran Pemerintah dalam Menumbuhkan Pasar Beras Fortifikasi. Forum berkelas yang melibatkan semua unsur. Dosen, mahasiswa, pemerintah, swasta, hingga organisasi masyarakat.

Yanee Lasahido PIC Beras Fortifikasi menyampaikan, tujuan seminar dan workshop tersebut ialah untuk mendorong hilirisasi agar pemerintah membuka pasar beras fortifikasi, baik melalui program jaringan sosial maupun komersial. Namun pondasi yang ingin dibangun adalah adanya kesadaran untuk meningkatkan kualitas pangan. Karena makanan pokok masyarakat Indonesia beras, maka bagaimana nutrisi tercukupi melalui beras.

Kepala Bagian RPD PT Food Station Tjipinang Jaya itu mengungkapkan, beras fortifikasi menjadi solusi mengatasi micronutrient gap yang dalam jangka panjang berujung pada stunting. Yang saat ini prevalensinya cukup tinggi di Jawa Timur, terlebih di Jember. "Kami memanggil semua pengguna dan penyedia, bukan hanya mahasiswa tapi yang disarankan ikut Dinas Kesehatan , Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Sosial, DP3AKB, TPPS, Bulog, penggilingan padi, baik Jatim maupun Jember dan daerah lainnya," sebutnya.

Dijelaskan, beras fortifikasi bukanlah produk Genetically Modified Organism (GMO). Tapi rekayasa pada penambahan unsur mineral dan atau vitamin dalam beras. Baik itu dilakukan melalui bio fortifikasi atau budidaya maupun jalur fortifikasi industri. "Bagaimana varietas (padi) atau beras bisa menyerap zinc, zat besi, asam folat, protein, vitamin D, dan atau vitamin E lebih banyak," ulas alumnus FISIP Unej itu.

Dalam seminar nanti, akan diisi oleh sejumlah tokoh penting. Kepala Bappeda Provinsi Jawa Timur Ir Mohammad Yasin, M.Si, Head of Nutrition at WFP Indonesia Mr. Joris Van Hees, Direktur Perumusan Standar Keamanan dan Mutu Pangan Egayanti, SSi, Apt, MP,  dan dosen Unej Prof. Dr. Ir. Tejasari, M.Sc.

Yanee Lasahido juga akan menjadi pembicara dalam workshop dengan materi pokok Peran Fortifikasi dalam Meningkatkan Kualitas Pangan. Serta akan diisi oleh Sulaiman Ginting dari Harvest Plus Indonesia,  Account Manager-dsm-firmenich Dharma Praba Senior, Koordinator Unej Zinc Research Akmad Sjaifullah M.Sc, Ph.D, Kepala Divisi Pemasaran Bulog Suballi Agung Gunawan, dan Direktur Utama PT. Pangan Nabati Umbi Nusantara (Produsen Fortified Rice Kernel-FRK) Novitha Herawati, STP, MP. (sil/nur)

Editor : Radar Digital
#Jember #UNEJ #KAUJE