Menikah untuk Menutupi Orientasi Seksual
Lima tahun pernikahan, NN terkejut mendapati suaminya, MP, menyimpang
KEPATIHAN, Radar Jember - Pernikahan bagi NN, wanita berusia 24 tahun, semula dianggap sebagai langkah wajar dalam hidupnya. Ia menikah dengan MP, pria yang ia kenal melalui media sosial. Namun, di balik kehidupan rumah tangga mereka, ternyata tersimpan rahasia yang mengguncang fondasi kebahagiaan mereka. Setelah hampir lima tahun menikah dan memiliki anak, NN baru menyadari bahwa suaminya seorang biseksual, bahkan mungkin gay.
“Kami pertama kali berkenalan di media sosial. MP mengirimkan pesan melalui direct message (DM), dan dari situ kami mulai mengenal satu sama lain,” kenang NN. Tanpa banyak keraguan, NN yang kala itu berusia lebih muda dan belum mengenal lebih jauh tentang dunia LGBT, menerima ajakan menikah dari MP. “Ekonomi dia sudah stabil, jadi saya berpikir ini langkah yang tepat,” tambahnya.
Sayangnya, pernikahan yang dianggapnya sebagai bentuk cinta sejati ternyata menyimpan sisi kelam. NN mengaku tidak menyadari bahwa suaminya memiliki orientasi seksual berbeda. Ketidaktahuannya tentang ciri-ciri LGBT membuatnya tak pernah curiga, terlebih suaminya menjalankan perannya sebagai suami dengan normal. “Dia terlihat seperti laki-laki pada umumnya, tidak ada tanda yang aneh,” ujar NN.
Segalanya berubah saat usia pernikahan mereka menginjak 1,9 tahun dan NN telah memiliki anak pertama. Suatu hari, secara tidak sengaja ia menemukan aplikasi kencan sesama jenis di ponsel suaminya. “Itu momen yang sangat mengejutkan. Saat membuka HP-nya, saya menemukan aplikasi dating untuk sesama jenis. Dari situ saya mulai menyadari ada yang salah,” ceritanya.
Meski begitu, NN tidak pernah melihat suaminya secara langsung berhubungan dengan sesama jenis. Namun, penemuan aplikasi tersebut sudah cukup mengguncangnya.
Meski telah mengumpulkan keberanian untuk membahas hal ini dengan suaminya, NN selalu menghadapi penolakan. “Hingga saat ini, dia selalu membantah ketika saya menanyakan tentang orientasi seksualnya. Dia tidak pernah mengakui, bahkan setelah bukti ada di depan mata,” jelasnya.
Dalam situasi seperti ini, NN berada dalam dilema. Meski merasa kecewa, ia mencoba memahami keadaan suaminya. “Awalnya saya shock, tidak tahu harus berbuat apa. Tapi setelah dipikir-pikir, saya mencoba untuk memahami. Saya tidak pernah ke psikolog, hanya bercerita pada teman yang saya percaya,” ungkapnya.
Lima tahun telah berlalu sejak mereka menikah, dan hingga kini MP masih belum terbuka mengenai orientasi seksualnya. Meski NN telah memiliki dua anak, satu di usia TK dan yang lainnya masih bayi berusia 1,8 bulan, pertanyaan tentang orientasi seksual suaminya tetap menggantung tanpa jawaban. “Dia masih menutup diri dan tidak mau mengakui siapa dirinya sebenarnya,” kata NN dengan nada sedih.(yul)
Editor : Radar Digital