Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Pulau Nusa Barung: Surga Tersembunyi Jember yang Sarat Keindahan dan Misteri

Radar Digital • Rabu, 2 Oktober 2024 | 13:45 WIB
PERJUANGAN: Prajurit Korps Marinir TNI AL saat melakukan patroli darat untuk keamanan Pulau Nusa Barung Jember.(JUMAI/RADAR JEMBER)
PERJUANGAN: Prajurit Korps Marinir TNI AL saat melakukan patroli darat untuk keamanan Pulau Nusa Barung Jember.(JUMAI/RADAR JEMBER)

RADAR JEMBER – Pulau Nusa Barung (Nusa Barong) terletak di ujung selatan Kabupaten Jember dan merupakan salah satu destinasi alam yang mempesona di Jawa Timur. Meski tidak sepopuler pulau lainnya, Nusa Barung memiliki potensi besar untuk menarik perhatian wisatawan, asalkan persepsi negatif tentangnya dapat dihilangkan.

Pulau ini berada di Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, dan merupakan pulau terbesar di Jember. Sejak tahun 1920, Nusa Barung ditetapkan sebagai cagar alam oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda melalui Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda. Status ini terus diperbaharui, termasuk oleh keputusan Menteri Kehutanan pada tahun 2013, yang menetapkannya sebagai Suaka Margasatwa dengan luas lebih dari 7.600 hektar.

Keindahan alam Nusa Barung mengundang kekaguman para pencinta lingkungan. Kadisparbud Jember, Bambang Rudianto, menyebutkan bahwa pulau ini memiliki empat jenis ekosistem, yaitu ekosistem pantai, hutan hujan dataran rendah, hutan rawa, dan hutan payau. Pulau ini juga menjadi rumah bagi 20 jenis hewan dan 16 jenis tumbuhan.

Pada masa lampau, Pulau Nusa Barung juga menjadi pusat aktivitas perdagangan sarang walet, yang menjadi komoditas penting dalam ekonomi Blambangan. Namun, keterlibatan VOC (Perusahaan Dagang Belanda) dalam perdagangan sarang walet ini memicu keruntuhan ekonomi Blambangan.

VOC mengambil alih sebagian produksi sarang walet setelah membantu Adipati Danuningrat dari Blambangan lepas dari pengaruh Kerajaan Mengwi. Namun, perjanjian ini membawa ancaman baru, termasuk serangan bajak laut, hingga VOC akhirnya memutuskan untuk mengosongkan pulau tersebut dengan cara memasukkan belerang ke dalam gua-gua walet.

Di balik keindahan dan sejarahnya, Nusa Barung juga dikelilingi oleh berbagai mitos dan kisah mistis. Salah satu mitos populer adalah keberadaan ular besar yang konon menjaga pulau tersebut.

Nama “Barong” sendiri diyakini sebagian orang mengacu pada ular, sementara yang lain percaya bahwa itu merujuk pada roh-roh jahat. Selain ular, kisah tentang harimau putih yang dianggap sebagai penjaga pulau juga beredar di kalangan masyarakat setempat.

Pulau ini juga menyimpan jejak konflik berdarah dari masa Kerajaan Blambangan. Buku Margarana berjudul “Ujung Timur Jawa, 1763-1813: Perebutan Hegemoni Blambangan” mencatat kisah tragis antara Sindukupa dan Sindubrama, dua tokoh yang berselisih terkait dominasi VOC di Nusa Barong. Sindukupa, yang mendukung kerjasama dengan VOC, tewas di tangan anak tirinya, Sindubrama, yang menolak kehadiran VOC.

Pulau Nusa Barung menggambarkan dualitas yang menarik: di satu sisi, pulau Nusa Barung adalah surga alam dengan ekosistem kaya; di sisi lain, Pulau Nusa Barung menyimpan cerita mistis dan kelam yang membuatnya jarang disinggahi.

Pulau Nusa Barung menjadi contoh nyata bahwa keindahan alam sering kali datang bersama sejarah yang penuh misteri dan peristiwa tak terduga.

Editor : Radar Digital
#Jember #Nusa Barung #pulau nusa barung