RADAR JEMBER – Mengunjungi pantai sebagai destinasi wisata alam bersama keluarga atau teman merupakan kegiatan yang sangat menyenangkan. Pantai yang luas dan udaranya yang sejuk cocok untuk berlibur dengan rombongan, terutama jika pantai tersebut bersih, indah, dan memiliki daya tarik unik seperti pasir, biota laut, serta fasilitas yang memadai.
Pantai Bandealit adalah salah satu pantai di Jember yang keindahannya masih alami dan jarang dikunjungi wisatawan. Meskipun popularitasnya tidak sebanding dengan Pantai Papuma, Pantai Bandealit memiliki pesona tersendiri yang memanjakan pengunjung. Letaknya yang tersembunyi dan akses yang sulit membuat pantai ini tidak seramai pantai lain, tetapi bagi para penggemar tantangan, Bandealit adalah pilihan tepat.
Pantai Bandealit terletak di kawasan Taman Nasional Meru Betiri, sebuah hutan tropis dataran rendah yang kaya akan keanekaragaman hayati. Taman ini melindungi pantai yang indah dan alami. Lokasinya berada di perbatasan Kabupaten Jember dan Banyuwangi, tepatnya di Desa Andongrejo, Kecamatan Tempurejo, sekitar 60 km dari pusat kota Jember.
Untuk mencapai Pantai Bandealit, pengunjung harus melewati Taman Nasional Meru Betiri. Perjalanan dari Jember menuju Kecamatan Tempurejo sekitar 35 km, dilanjutkan ke Desa Andongrejo hingga mencapai taman nasional. Pengunjung dari luar kota dapat dengan mudah menggunakan panduan GPS atau mengikuti rute yang disebutkan. Medan yang sulit menuju pantai ini disarankan ditempuh menggunakan kendaraan adventure seperti trooper atau double gardan, baik dengan kendaraan pribadi maupun sewa.
Biaya masuk ke Pantai Bandealit hanya Rp 5.000 per orang, sehingga sangat terjangkau untuk wisatawan yang datang dalam kelompok besar. Pantai ini buka 24 jam dengan penjaga pantai yang memastikan keamanan.
Fasilitas di Pantai Bandealit cukup lengkap, termasuk penginapan, pondok wisata, toilet, dan area parkir. Selain itu, tersedia juga perlengkapan untuk camping, body board, kano, shelter, dan speed boat. Pengunjung tidak perlu khawatir tentang makanan, karena berbagai kuliner mudah ditemukan di area wisata.
Pemandangan pantai yang menawan dengan ombak yang berkejaran dipadukan dengan hutan hijau di sekitarnya menciptakan suasana yang sejuk dan menenangkan. Bagi pecinta selancar, ombak di pantai ini juga ideal untuk kegiatan tersebut. Wisatawan yang ingin berkemah dapat memanfaatkan fasilitas penyewaan tenda dan perlengkapan lainnya yang tersedia.
Aktivitas menarik lainnya adalah berkano menyusuri pantai yang indah, menambah kesan mendalam saat berlibur. Namun, di balik keindahan Pantai Bandealit, terdapat berbagai cerita mistis yang dipercayai oleh masyarakat setempat.
Pantai ini dikenal dengan kisah makhluk kerdil bernama “Siwil” yang mirip manusia. Beberapa pengunjung mengklaim pernah melihat makhluk tersebut, bahkan ada yang berhasil memotret jejak kakinya. Pada tahun 1992, dua ilmuwan asal Inggris, Debbie Martyr dan Jeremy Holden, melakukan penelitian tentang makhluk kerdil di pantai ini, meskipun hasilnya tidak menemukan bukti yang kuat.
Namun, kesaksian dari wisatawan tetap menyebutkan bahwa mereka pernah melihat makhluk ini, sering kali sedang mencari ikan di pesisir. Nelayan setempat juga mengaku pernah diganggu oleh makhluk kerdil tersebut, yang mencuri hasil tangkapan mereka.
Meskipun dikenal angker, pantai ini sebenarnya menawarkan suasana tenang dan indah, terutama saat berkemah di bawah langit malam. Cerita-cerita mistis tidak seharusnya membuat pengunjung takut, karena banyak yang merasa nyaman dan betah menikmati keindahan alam di sana. Selama kita menghormati lingkungan dan makhluk lain, pantai ini dapat menjadi destinasi wisata yang menenangkan dan penuh pengalaman menarik.
Editor : Radar Digital